Publikamalut.com
Beranda Pemerintahan Pidato Gubernur AGK 24 Tahun Provinsi Maluku Utara

Pidato Gubernur AGK 24 Tahun Provinsi Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba menyampaikan pidato 24 tahun Provinsi Malut di rapat paripurna di Gedung DPRD Malut.(dok:Adpim)

PUBLIKA-Sofifi, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba menyampaikan pidato 24 Tahun Provinsi Maluku Utara, dalam rapat paripurna berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malut, Kamis (12/10).

Gubernur KH Abdul Gani Kasuba (AGK) mengatakan, Hari Ulang Tahun merupakan momen penting bagi kita semua, bukan saja merupakan hari spesial yang dirayakan dengan berbagai bentuk kegembiraan dan sukacita.

Tetapi juga merupakan momen untuk berefleksi dan berevaluasi untuk menambah energi baru guna melanjutkan cita-cita para pejuang serta harapan masyarakat.

BACA JUGA:Gubernur Malut dan Istri Pakai Batik Salawaku Tampil Di Istana Presiden

“HUT Provinsi Malut ke-24 ini, memiliki makna tersendiri, karena dilihat dari perjalanan berpemerintahan, kita berada pada tahapan akhir periode pembangunan jangka panjang 2005-2025. Sekaligus juga akan mempersiapkan periode pembangunan 2025-2045, menuju Indonesia Emas 2045,”katanya.

Selain itu, HUT ke-24 ini juga merupakan momen tersendiri pula khususnya bagi dirinya (Gubernur) secara pribadi dan  Wakil Gubernur karena ini merupakan Perayaan terakhir masa periode kepemimpinan.

BACA JUGA:Gubernur Maluku Utara Intens Berkomunikasi, Peluang DOB Sofifi Terbuka

“Tentu bagi kami adalah merupakan hari yang spesial, penuh haru sekaligus bahagia berada pada hari istimewa kita semua,”ujarnya.

Gubernur dua periode itu mengaku momen yang baik ini, kita dapat berefleksi dan mengevaluasi. Yang paling umum adalah dengan melihat indikator makro pembangunan sebagai ukuran makro atau ukuran umum pembangunan.

Indeks Pembangunan Manusia yang kita targetkan pada Tahun 2022 lalu sebesar 69,34, naik menjadi 69,47. Dan diharapkan pada akhir tahun ini dapat mencapai target 69,72 point.

“Dari aspek pembangunan manusia ini, memperlihatkan bahwa aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat kita makin membaik, dan jika dibandingkan secara nasional, kita masih perlu terus mendorong lagi terutama bagaimana menaikan tingkat pengeluaran masyarakat,”ujarnya.

BACA JUGA:Lagi, Fraksi PDIP Ingatkan Gubernur AGK Tidak Meninggalkan Utang

Sementara, pertumbuhan ekonomi yang kita targetkan 13,82 persen pada tahun 2022, justru naik menjadi 22,94 persen. Tentu saja hal ini membanggakan bahwa terdapat aktivitas ekonomi yang tinggi, tetapi kita ketahui bersama bahwa bahwa hal ini dipicu oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan.

“Tahun ini kita targetkan pada posisi 12,60 persen. Refleksi bagi kita adalah bagaimana transofrmasi ekonomi ini perlu dimanfaatkan dan diimbangi dengan mendorong sektor-sektor potensial lain yang kita miliki,”katanya.

Sementara itu, lanjut Gubernur, tingkat kemiskinan kita mengalami penurunan. Meskipun turun, tetapi dalam hal intervensi, perlunya ke depan mengupayakan penetapan sasaran yang lebih baik dan spesifik dengan didukung oleh Tim Penangulangan Provinsi dan Kabupaten Kota yang solid dan terintegrasi.

BACA JUGA:Pemprov Malut Bayar Cicil Utang DBH Kabupaten/Kota Sampai 2024

“Saya juga menyadari bahwa salah satu bentuk penanggulangan kemiskinan yang berpengaruh untuk daerah kita, adalah bagaimana menguatkan aksesibilitas masyarakat. Itulah mengapa Pemerintah Dearah dengan dukungan DPRD mempercepat intervensi jalan-jalan Provinsi yang membutuhkan penanganan dalam rangka memperlancar arus orang dan barang,”terangnya.

Sedangkan tingkat pengangguran saat ini terus menurun. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, peningkatan ketrampilan dan pendidikan, kewirausahaan, dan meningkatkan akses ke pasar kerja terus dilakukan, dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan Kabupaten dan Kota.

Selain indikator makro, Pemerintah Daerah juga menargetkan 17 indikator kinerja daerah yang perlu didukung oleh semua komponen penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Pada tahun 2022, dari ke-17 indikator tersebut memperlihatkan perbaikan yang cukup menggembirakan.

Terdapat indikator yang telah membaik, mengarah kepada pencapaian target (on the treck), tetapi juga terdapat indikator yang masih membutuhkan kerja keras guna pencapainnya. “Saya mengajak seluruh komponen untuk bahu-membahu saling berkolaborasi guna pencapaian yang lebih baik,”pintahnya.

Terdapat 7 prioritas daerah yang telah ditetapkan yaitu: Sumber Daya Manusia, Ekonomi, Infrastruktur, ketimpangan wilayah, Lingkungan Hidup dan Ketahanan Bencana, mempertahankan harmoni sosial, serta perbaikan tatalaksana pemerintahan.

BACA JUGA:DPRD Sahkan APBD Perubahan Maluku Utara 2023 Defisit Setengah Triliun

*HUT ke-24  denganTema “Melaju Untuk Malut Sejahtera” jadikan energi baru guna meneruskan dan mempercepat pencapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan serta menyelesaikan permasalahan-permaslahan yang kita hadapi,”harapnya.

Dalam catatan pemerintahan yang kita jalani, Maluku Utara menjadi povinsi paling aman di Indonesia. Kemudian, provinsi Maluku Utara juga menjadi provinsi yang paling bahagia dan yang terakhir menjadi provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia bahkan di dunia.

“Semua yang telah kita raih harus terus ditingkatkan lagi pada prestasi lain yang juga berpeluang di negeri yang kita cintai ini,”harapnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *