Publikamalut.com
Beranda News Ternyata Ini Alasannya Tidore Kepulauan Jadi Lokasi Perayaan Hari Nusantara

Ternyata Ini Alasannya Tidore Kepulauan Jadi Lokasi Perayaan Hari Nusantara

Nampak Pulau Tidore Provinsi Maluku Utara, jadi lokasi peringatan hari Nusantara (dok: Facebook Deddy/istimewa)

PUBLIKA-Tidore, Peringatan Hari Nusantara tahun 2023 di pusatkan di Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, mempunyai makna yang sangat penting.

Dimana Hari Nusantara mengingatkan pada kita semua mengenai konsep Wawasan Nusantara.

“Pada peringatan ini kita sekali lagi meneguhkan tekad bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan,”Hal ini disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi Malut Samsuddin A Kadir.

BACA JUGA:Potensi Utang Pemprov Maluku Utara Tembus Rp 1 Triliun

Sejarah panjang Nusantara menjadi saksi, kita sebagai satu bangsa, telah melewati berbagai cobaan dan rintangan. Dengan keberagaman budaya, suku, dan agama, kita telah membuktikan bahwa persatuan adalah kekuatan kita.

“Hari Nusantara mengingatkan kita akan nilai-nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita junjung tinggi”ujarnya.

Samsuddin mengaku, Perdana Menteri kita pada waktu itu, Ir. H. Djoeanda dengan berani mengumumkan deklarasi ini pada 13 Desember 1957 yang kita kenal dengan Deklarasi Djoeanda kepada dunia.

BACA JUGA:Pemprov Maluku Utara Siapkan Gudang Cadangan Pangan di 6 Daerah

Lanjut Samsuddin, deklarasi ini menegaskan bahwa Republik Indoneasia mempunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antar pulau.

“Maka wilayah laut Indonesia bukanlah hanya di sekitar pulau-pulau, sejauh tiga mil dari pantai. Namun wilayah kita adalah satu kesatuan yang utuh dari Sabang hingga Merauke,” jelas Syamsuddin.

Lebih lanjut mantan Kepala Bapeda itu katakan, Tema Peringatan hari Nusantara tahun ini adalah “Merajut Konektivitas Nusantara dan Ekonomi Maritim dari Titik Nol Jalur Rempah’’ yang berpusat dipulau Tidore.

Tidore dan pulau-pulau lain di Maluku merupakan pusat emporium rempah-rempah yang ditemukan oleh Tim Ekspedisi Magellan pada abad ke-16, dan berkembang menjadi salah satu jalur rempah dunia.

Terpilihnya Pulau Tidore sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Tidore adalah pulau bersejarah dalam perjuangan merawat Nusantara.

Tidore mempunyai sejarah sebagai titik 0 (nol) jalur rempah dalam ekspor cengkeh pertama dari Tidore ke Eropa pada 11 Desember 1521, dan kemudiaan ditetapkan sebagai Hari Rempah Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia.

BACA JUGA:Gubernur AGK  Berupaya Jokowi Letakan Batu Pertama Bandara Loleo

“Kota Tidore Kepulauan saat ini menjadi anggota organisasi Jaringan Global Kota Magellan Global Network of Magellan Cities,” pungkasnya.

Kegiatan ini, pemerintah daerah dapat lebih memperkuat rasa cinta kita terhadap NKPI sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan Sumber Daya Alam yang ada di Maluku Utara serta kita akan berpeluang besar meraih kunjungan wisata yang tak ada batasnya.

“Kami berharap akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Khususnya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,”harapnya.

Sekda juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayai Maluku Utara sebagai tuan rumah. “sekali lagi atas nama Pemerintah Daerah Maluku Utara, saya Mengucapkan Terima Kasih Kepada Pemerintah Pusat yang telah mempercayakan Maluku Utara sebagai tuan rumah,”ucapnya.

“Marilah kita semua mengoptimalkan perairan laut kita sebagai penyatu ekonomi, dan terus memelihara laut kita, sehingga anak-cucu kita dapat menikmati dan mamanfaatkanya secara lestari,” kata Samsuddin menambahkan. (red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *