Publikamalut.com
Beranda Nasional Status Siaga, Warga Diimbau Tak Berkebun Dekati Gunung Dukono

Status Siaga, Warga Diimbau Tak Berkebun Dekati Gunung Dukono

Erupsi gunung Api Dukono, semburkan abu vulkanik (dok:Al/PUBLIKA.malut.com

PUBLIKA-Tobelo, Aktifitas gunung api Dukono terus meningkat ke siaga level II, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, mengimbau pada warga memiliki kebun dekat dengan gunung Dukono agar belum melakukan aktivitas.

Kepala BPBD Halmahera Utara, Hence Hataria mengatakan letusan gunung api Dukono ini, terakhir pada tahun 1933 silam itu terjadi semburan lahan, setelah itu sudah tidak ada lagi semburan lahar hingga sekarang ini.

Lanjut Hence, peringatan yang sekarang ini sesuai dengan hasil dari pos pengamatan Badan fulkanologi BMKG bahwa masyarakat jangan panik, namun harus waspada dengan abu vulkanik yang disemburkan sekarang.

BACA JUGA:Abu Vulkanik Gunung Dukono Selimuti Pusat Kota Halmahera Utara 

“Masyarakat yang perkebunanya dekat dengan Gunung api Dukono  itu jangan dulu melakukan aktifitas, karena status gunung saat ini sudah masuk level II atau siaga,”harapnya.

Ia juga mengimbau  masyarakat jangan terlalu melakukan aktifitas diluar jika tidak ada hal-hal penting, jika ada aktifitas masyarakat diminta agar menggunakan masker sehingga tidak menggangu pernapasan.

BACA JUGA:Gunung Dukono Masih Erupsi, BPBD Halut Keluarkan Surat Edaran 

“Semburan abu vulkanik saat ini, tiga Kecamatan yakni Kecamatan Tobelo, Tobelo Utara, dan Tobelo Selatan yang dampak hujan abu vulkanik,”katanya

Pihak BPBD belum memastikan ondisi gunung api dukono sekrang ini, berdasarkan data dari pos pengamatan gunung api dukono belum bisa memastikan kapan berakhir semburan abu vulkanik ini.

BACA JUGA:Utang Pemprov Maluku Utara 2023, Masih Setengah Triliun

“Dari data yang ada, semburan abu vulkanik ini juga terjadi gempa tektonik, ini mengakibatkan karena hampir setiap hari terjadi dentuman di kawa gunung api dukono. Letusan ini belum bisa diprediksi,”ungkapnya.

Lanjut dia, dentuman dikawa gunung dan semburan abu vulkanik ini sudah berjalan 3 tuga bulan, namun 2 minggu terakhir ini aktifitas gunung semakin meningkat, apalagi disertai dengan dentuman gempa tektonik.(Al/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *