Publikamalut.com
Beranda Headline Cuaca Ekstrem, Sejumlah Daerah di Malut Kena Dampak Air Laut Pasang

Cuaca Ekstrem, Sejumlah Daerah di Malut Kena Dampak Air Laut Pasang

Salah satu rumah di Kelurahan Dufa-dufa rusak lantaran tanggul penahan ombak jebol dihantam ombak (dok:Publikamalut.com)

SOFIFI-PUBLIKA, Cuaca ektrim hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan Maluku Utara terkena dampak dibeberapa daerah yakni Kota Ternate, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan, sejumlah penduduk berada di pesisir terpaksa dievakuasi karena tanggul menahan ombak jebol akibatnya beberapa rumah warga rusak.

 Gelombang tinggi pada saat air laut pasang terjadi pukul 18.00 wit membuat air laut meluap sampai di jalan raya, bahkan beberapa infrastruktur ruang publik rusak yakni taman pantai Falajawa, Jalan tapak II, tanggul penahan ombak di belakang Jati Lank Mall juga rusak dan beberapa rumah warga di pesisir pantai Salero, Sangaji dan Dufa-Dufa Kota Ternate rusak lantaran dihantam gelombang, akibatnya sebagian warga pesisir dievakuasi.

Dilansir dari PenaMalut.com,  Kepala BPBD Kota Ternate, M. Arif Gani menyampaikan, langkah-langkah yang dilakukan BPBD dalam menyikapi gelombang pasang dengan menetapkan status tanggap darurat.Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan stakeholder penanggulangan bencana untuk penanganan cuaca ekstrem dan gelombang pasang yang sekarang terjadi.

Tim SAR evakuasi beberapa warga di pesisir pantai Kelurahan Salero (dok: istimewa)

Tanggap darurat ini, kata Arif, ditetapkan sejak 6 sampai 19 Desember. Sebab warga Kota Ternate kebanyakan bermukim di pesisir pantai. Begitu juga di Hiri, Moti, dan Batang Dua juga dilaporkan air naik le pemukiman warga.

Arif menguraikan, saat ini jumlah warga yang dievakuasi ke tempat pengungsian sesuai yang didata sebanyak 500 warga. Ini tersebar di Kelurahan Salero maupun Kelurahan Sangaji.“Ini data sementara yang baru masuk, kemungkinan besar akan masuk lagi. BPBD lagi fokus dua titik konsentrasi untuk mengamankan masyarakat yang terdampak gelombang pasang, dan kami sudah siapkan gedung fasilitas pemerintah untuk dievakuasi jikalau terjadi air pasang lagi,” katanya. 

Sementara di Halmahera Utara, hujan lebat dan angin kencang disertai gelombang tinggi membuat rumah warga tergenang air laut, bahkan warga setempat panik lantaran genangan air semakin tinggi sampai pinggang orang dewasa, kejadian ini terjadi di Desa Salube Kecamatan Loloda Utara Kabupaten Halmahera Utara.

“Kami di informasikan oleh Kades Salube, karena sampai pada malam hari genangan air semakin tinggi karena gelombang air laut juga ikut naik, sehingga masyarakat yang berada di Desa Salube juga panik sehingga kami di komunikasi lansung ke Kades,” hal ini sampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut Abner Maneri,Minggu (5/12)

Meski demikian,  aktifitas masyarakat  kembali normal   karena hanya genangan air laut merendam rumah warga  dan saat  air laut surut genangan air laut juga menurun. Namun BPBD tetap memantau kondisi yang ada di Desa tersebut, karena saat ini curah hujan masih tinggi.“Setelah hujan redah dan air laut juga sudah mulai surut, rumah warga yang tergenang juga perlahan normal, namun situasi saat ini kami juga akan terus mengontrol karena curah hujan sementara ini masih tinggi”ungkapnya

BPBD Halut juga memantau,  jika curah hujan masih saja tinggi makan pihaknya akan turun ke lokasi yang rawan bencana, karena di penghujung tahun ini akan terjadi banjir di mana-mana karena curah hujan yang begitu tinggi dan gelombang laut juga akan naik,”kami tinggal menunggu perintah, dan saat ini kami juga tetap siaga untuk memantau kondisi cuaca saat ini”jelasnya

Ia menambahkan menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada atas cuaca ekstrem ini karena akan terjadi gelombang laut tinggi,  banjir serta tanah longsor, karena ini setiap tahun akan terjadi, jika sudah mulai masuk ke penghujung tahun,”masyarakat harus waspada karena akan terjadi hujan deras dan anggin kencang ketika sudah mulai masuk ke penghujung tahun,”harapnya.(tr-01/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *