Publikamalut.com
Beranda Daerah Tomat Petani Halut Banjiri Pasar, Disperindag Minta Utamakan Produk Lokal

Tomat Petani Halut Banjiri Pasar, Disperindag Minta Utamakan Produk Lokal

Ilustrasi Tomat (dok:Antara)

PUBLIKA-HALUT,  Tomat hasil produksi petani Kabupaten Halmahera Utara banjiri pasar Tobelo, akibatnya harga tomat di pasar Tobelo turun jauh, hal ini sangat dikeluhkan para petani lantaran diduga sebagian tomat dijual di pasar di pasok dari daerah luar.

 Keluahan para petani langsung direspon Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Halmahera Utara akan melakukan sidak bersama dengan Dinas Pertanian Halmahera Utara untuk memastikan pasokan tomat di pasar dan memantau harga tomat.

”Kami dan Dinas Pertanian hari ini akan melakukan sidak ke sejumlah pasar dan pedagang Barito yang ada di beberapa tempat, untuk memastikan harga Barito dan mengecek langsung pasokan dari luar daerah apakah betul atau tidak” kata Kabid Dagang Disperindag Halut Muksin ketika di konfirmasi kemarin.

Muksin mengaku  hasil pantauan di lapangan bahwa tomat dari luar daerah tidak masuk ke Halut karena sudah banyak petani  yang menanam tomat sehingga pasokan tomat di Halut meningkat.

“Kami hari ini (kemarin red) sudah turun langsung ke beberapa pasar yang ada di Tobelo dan itu tidak ada pasokan yang masuk dari luar daerah semuanya dari Halut, namun di ambil dari petani di tempat yang berbeda”ucapnya.

Untuk harga tomat sendiri, kata Muksin dari hasil pantauan  di pasar rawajaya dan pasar moderen harga sedikit berbeda, di pasar rawajaya harga tomat Rp. 7000 sampai dengan Rp. 8000 perkilo gram, sedangkan untuk di pasar moderen harga tomat mencapai Rp. 10.000 perkilo gram.

“Harga tomat di beberapa pasar tidak berfariasi karena mungkin tomat yang di ambil itu dari tangan ke tangan tidak di ambil langsung ke lokasi, dan rata-rata pasukan tomat yang dijual di pasar itu tomat hasil panen petani disini,”katanya.

Akibat meningkatnya produksi tomat oleh petani Halut,maka untuk sementara para pembeli belum bisa memasok tomat dari luar daerah Maluku Utara, karena saat ini musim panen para petani untuk itu utamakan produk lokal.

“Kita tidak bisa pungkiri dengan petani kita yang ada di Halut, walaupun permintaan yang begitu besar namun saat ini tomat membaniri pasaran dan ini juga bisa mempengaruhi harga, karena hasil produksi petani holtikultura meningkat,”cetusnya.(tr-01/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *