Pemprov Bangun Rumah Untuk Suku O’Hongana Manyawa di Tayawi
PUBLIKA-Sofifi, Kepemimpinan Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe secara keberlanjutan terus memberdayakan masyarakat adat terpencil untuk menjadi sejahtera.
Salah satunya diwujudkan dengan Pembangunan 40 Rumah Layak Huni bagi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) suku O’Hongana Manyawa (Tobelo Dalam).
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur, H. Sarbin Sehe saat melakukan groundbreaking/peletakan batu pertama yang pada kesempatan itu di dampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Kepala Disperkim, Plt Kepala Dinas Sosial, Pimpinan OPD, Camat Oba serta Kepala Desa Tayawi, Senin (7/9).
Lebih lanjut, Sarbin Sehe turut memberikan perhatian khusus terhadap aspek kesejahteraan masyarakat adat, terutama yang berada di potensi kawasan strategis pariwisata seperti suku Togutil ini.
“Kedepan Pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal salah satunya Suku Togutil” katanya.
Sementara Plt Kepala Dinas Sosial, Zen Kasim dalam laporannya menyampaikan, sejatinya groundbreaking akan dilaksanakan pada 1 Agustus namun masih perlunya koordinasi teknis agar semua tahapan berjalan lancar maka baru terlaksana hari ini.”Nantinya kawasan ini akan menjadi wilayah wisata adat Malut” papar Kadinsos.
Zen Kasim melanjutkan bahwa konstruksi pembangunan menelan biaya sebesar 2 Milyar dengan rincian 50 juta/rumah.
“Nantinya kami juga akan membangun rumah Balai Sosial yang dapat digunakan tempat informasi terpadu wisatawan ketika ingin berkomunikasi langsung dengan masyarakat adat” imbuhnya.
Wagub menilai, hingga saat ini Pemerintah terus menggenjot potensi desa wisata, agar aktivitas ekonomi di kawasan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat adat setempat.
“Kami terus memperkuat pengembangan desa wisata melalui berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, pendampingan” tutupnya.
Pembangunan ini sebagai hasil perhatian pemerintah daerah dan pusat bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlakuan pelayanan dan perhatian yang sama.
Disela-sela kegiatan, Wagub menyempatkan berdialog hangat dengan masyarakat adat. Dialog tersebut mempererat hubungan silaturahmi antara tokoh adat dan budaya dengan Pemerintah Daerah dan tentunya juga diharapkan akan menjadi wadah yang dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya semangat persatuan dan kesatuan, memperkuat harmoni, kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bersama serta mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam setiap karya adat.
Dibawah kepemimpinan Sherly-Sarbin, Pemprov terus mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghargai keberadaan masyarakat adat sebagai aset budaya bangsa. Bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan memperkuat posisi masyarakat adat adalah langkah penting untuk menjaga warisan budaya Maluku Utara.(red)






