Publikamalut.com
Beranda Nasional Deprov Minta Gubernur AGK Stop Tebar Janji Bangun Temadore

Deprov Minta Gubernur AGK Stop Tebar Janji Bangun Temadore

Wakil Ketua DPRD Malut Sahril Taher (Dok: Humas Deprov)

PUBLIKA-Sofifi, Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara Sahril Taher menilai wacana pembangunan jembatan penghubung Ternate Maitara dan Tidore (Temadore) dan pembangunan Bandara Loleo yang bakal dibangun tahun ini hanya mimpi Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba.

Karena rencana pembangunan dua Mega proyek ini oleh investor salah satunya PT NHM ini, dari aspek dokumen misalnya izin lingkungan dalam syarat lain belum siap.selain itu NHM itu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

jadi  Gubernur jangan membuat janji lagi pada masyarakat, disisa waktu masa jabatan tinggi hitungan bulan ini.

“Semestinya Gubernur Malut sisa masa jabatan 3 bulan lagi ini memikirkan penyelesaian utang pada pihak ketiga, utang gaji guru, utang tunjangan tambahan penghasilan (TTP) tenag kesehatan ketimbang memberikan janji pada masyarakat terkait dengan pembangunan Bandara Loleo dan Jembatan Temadore yang belum pasti,”Hal ini disampaikan Wakil ketua DPRD Malut Sahril Taher kepada wartawan, kemarin.

BACA JUGA:Gubernur AGK :Investor Bakal Bangun Jembatan Temadore dan Bandara Loleo

Sahril mengaku Gubernur Maluku Utara pada awal Agustus 2023 menyampaikan pada publik Maluku Utara bahwa selesai 17 Agustus dua Mega proyek itu bakal mulai dibangun, namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda investor mana yang bakal berinvestasi.

”Investor siapa yang bakal berinvestasi bangun Bandara yang bertaraf internasional, bangun Jembatan Temadore saya khawatir Gubernur Malut kena ‘prenk’ dari investor yang dijanjikan itu,”ucapnya.

Mantan Ketua DPD Partai Gerindra itu menyarankan kepada Gubernur Malut agar fokus menyelesaikan program dan janji politik yang telah termuat dalam dokumen RPJMD, misalnya program kartu Maluku Utara sejahtera, Maluku Utara sehat, Maluku Utara pintar.

”Disisa waktu ini, melihat program dan janji politik mana belum direalisasikan, untuk diselesaikan salah satunya masalah angka kemiskinan di Halmahera Timur dan Tengah,”cetusnya.

Sahril mengaku terkait dengan rencana pembangunan Jembatan Temadore pernah dibahas oleh Bappenas dan Kementerian PUPR namun dokumennya belum siap.

BACA JUGA:DPRD Malut Pertanyakan Alasan Pj Bupati  Cabut SK Geopark Boki Maruru

.”Kami DPRD perna pertanyaan terkait dengan rencana pembangunan jembatan Temadore ke kementerian PUPR, memang masuk dalam rencana namun dokumennya belum siap, makanya Pembangunan Temadore ini nanti generasi selanjutnya yang memikirkan, Gubernur saat ini pikirkan saat tinggalkan pemerintahan tanpa masalah,”ujarnya.(reed)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan