Publikamalut.com
Beranda Daerah Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrim Terjadi di Kepsul dan Pultab Sepekan Kedepan

Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrim Terjadi di Kepsul dan Pultab Sepekan Kedepan

Ilustrasi cuaca ekstrim 

PUBLIKA-sanana, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut) memerkirakan akan terjadi hujan dan gelombang tinggi serta angin kencang di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Emalamo Sanana Maulydia Andis Andini, S.Tr mengatakan, wilayah Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu diprakirakan curah hujan berada di kriteria menengah 50 – 100 mm/dasarian. 

Sambung Andini selain curah hujan adapula potensi angin kencang hingga gelombang tinggi 1.25 – 2.50 meter, baik di utara maupun selatan Kepsul dan Pultab sepekan kedepan awal Februari 2023.

“Berdasarkan kondisi anomali SST (Sea Surface Temperature), pada dasarian I dan II Januari 2023 menunjukkan kondisi La Nina Lemah di wilayah Nino 3.4 (Pasifik Tengah dan Timur). Hasil pantauan sebagai dasar pertimbangan, kata Andini.

Menurutnya, Anomali SST Indonesia di perairan Indonesia bagian utara menunjukkan positif hangat, sedangkan di perairan selatan Indonesia menunjukkan kondisi anomaly negative dingin.

Lanjut Andini, angin gradien di wilayah Indonesia khusus di utara equator umum bertiup dari Timur Laut – Timur dengan kecepatan 5 – 20 knot. Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Barat dengan kecepatan 10 – 35 Knot. 

“Hal ini membuat kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, hingga Laut Arafuru. Terdapat pola belokan angin (shearline) dan konvergensi yang cukup signifikan di sekitar Maluku Utara hingga Maluku,” tutur Andini

Kemudian peningkatan curah hujan tamba Andini, seiring dengan awal musim disertai peningkatan pertumbuhan awan konvektif berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

“Para pengguna jasa transportasi laut agar lebih waspada terhadap peningkatan gelombang laut pada jalur pelayaran dari dan menuju Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu,” harapnya.(tr03/red).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *