MBG dan Koperasi Merah Putih, Strategi Prabowo-Gibran Bangkitkan Desa dan Cetak Generasi Emas
PUBLIKA-Ternate, Pengurus DPD Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Maluku Utara siap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Maluku Utara.
Pasalnya dua program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan visi Asta Cita, dinilai saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Ketua DPD BRN Maluku Utara, Saifuddin Djuba atau yang akrab disapa UJ, mengatakan MBG dan Koperasi Merah Putih merupakan langkah nyata pemerintah untuk membangun Indonesia dari akar rumput. Menurutnya, program ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas generasi muda, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
“Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Sementara Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat desa menjadi pelaku utama dalam pergerakan ekonomi,” ujar UJ.
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki manfaat besar dalam menekan angka stunting dan malnutrisi, terutama bagi anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dengan asupan gizi yang memadai, kualitas kesehatan dan kemampuan belajar anak-anak Indonesia diharapkan meningkat secara signifikan.
Selain itu, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Melalui sistem pengadaan pangan yang melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal, MBG mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
“MBG bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal karena bahan baku pangan diserap langsung dari masyarakat sekitar,” katanya.
Di sisi lain, Koperasi Merah Putih hadir sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang bertujuan memperkuat posisi masyarakat desa dalam rantai ekonomi nasional. Koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, penyedia sarana penyimpanan pangan, sekaligus membuka akses permodalan yang lebih luas bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Menurut UJ, keberadaan Koperasi Merah Putih akan memperpendek rantai distribusi pangan sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, koperasi juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak yang selama ini kerap merugikan pelaku usaha kecil.
“Koperasi Merah Putih akan menjadi jembatan antara produsen dan konsumen. Perputaran uang tetap berada di desa sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, UJ menilai Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan sangat tepat untuk menjadi salah satu daerah yang merasakan manfaat besar dari kedua program tersebut. Kondisi geografis yang terdiri dari banyak pulau membuat efisiensi distribusi pangan menjadi tantangan tersendiri.
Dengan hadirnya MBG dan Koperasi Merah Putih, kata dia, akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan diharapkan semakin mudah dan harga-harga menjadi lebih stabil. Program ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara merata.
“Kehadiran MBG dan Koperasi Merah Putih menciptakan simbiosis yang saling menguatkan. MBG mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, sementara Koperasi Merah Putih memastikan manfaat ekonomi program tersebut dinikmati langsung oleh masyarakat desa. Ini adalah langkah besar untuk membangun kesejahteraan yang lebih inklusif,” pungkasnya.(red)





