Publikamalut.com
Beranda News Kondisi Ekonomi dan PDRB Maluku Utara Triwulan Pertama 2024 Meningkat

Kondisi Ekonomi dan PDRB Maluku Utara Triwulan Pertama 2024 Meningkat

Proses pengapalan 290 kontainer berisi nikel sulfat yang akan diekspor untuk pertama kalinya pada Jum’at, 16 Juni 2023(dok:Humas Harita Nickel)

PUBLIKA-Sofifi, Meskipun ditengah lambatnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditi produk utama ekspor, perekonomian Maluku Utara tumbuh 11,88 persen triwulan pertama tahun 2024.

Kepala BPS Malut, Aidil Adha, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa terkait dengan pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam catatan triwulan I tahun 2024, dengan kondisi perekonomian.

yakni pertama, Investasi di Malut masih terus berjalan pada triwulan I tahun 2024 dengan nilai realisasi PMA sebesar 1.025,40 juta dolar dan PMDN sebesar 1.774.30 miliar rupiah, kedua. Kinerja perdagangan luar negeri meliputi; (a). Nilai ekspor Malut kontraksi 9,89 persen (y-on-y), (b). Volume ekspor Malut naik 11,01 persen (y-on-y).

ketiga. Aktivitas produksi meliputi,  Penjualan listrik naik sebesar 21,87 persen, transportasi naik seiring dengan meningkatnya jumlah angkutan barang dan penumpang, Volume ekspor produk olahan nikel mampu tumbuh sebesar 30,78 persen.

BACA JUGA:Harita Nickel Catat Pendapatan Naik 26 Persen Q1 2024 di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Menurutnya seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha dengan kontribusi besar, seperti perdagangan, administrasi pemerintahan, pertambangan dan industri pengolahan tumbuh impresif, sedangkan pertanian tetap tumbuh meski relatif rendah.

“Terdapat tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah pengadaan listrik dan gas, perdagangan dan administrasi pemerintahan,”ujarnya.

Untuk pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha terdiri dari, yakni pertama peningkatan aktivitas industri pengolahan yang didorong oleh peningkatan produksi ferronickel sebesar 20,47 persen, nickel matte 128,06 persen, MHP 92,25 persen, serta munculnya produk baru yaitu, nikel sulphate dan cobalt sulphate dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun.

Kedua,Peningkatan aktivitas pertambangan dan penggalian utamanya didorong oleh produksi biji nikel sebagai bahan baku utama pembuatan produk ferronikel, MHP, nikel matte, maupun nikel sulphate dan cobalt sulphate sebesar 38,04 persen, (c). Meningkatnya produksi hasil kehutanan.

Untuk pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha adalah pertambangan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,38 persen.

Sementara itu distribusi dan pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran meliputi; (a). Komponen dengan pertumbuhan tertinggi yaitu, konsumsi LNRT. Pertumbuhan komponen ini disebabkan peningkatan aktivitas Parpol selama Pilpres dan Pileg serta aktivitas lembaga keagamaan di bulan ramadhan, (b). Komponen pengeluaran yang berkontribusi besar dalam pembentukan PDRB seperti, PMTB tumbuh impresif, ekspor barang/jasa serta konsumsi rumah tangga tumbuh moderat.

BACA JUGA:BPBJ Malut Tancap Gas Lelang Proyek Dahulukan DAK

Pertumbuhan PDRB Malut menurut pengeluaran; (a). Pertumbuhan impor barang modal HS 84 dan HS 85 masing-masing tumbuh sebesar 3,3 persen dan 79,6 persen, (b). Realisasi penanaman modal PMA dan PMDN mengalami peningkatan sebesar 8,69 persen dan 51,51 persen, (c). Peningkatan aktivitas ekspor didorong oleh peningkatan produksi ferronikel sebesar 20,47 persen, nikel matte 128,06 persen, MHP 92,25 persen, serta nikel sulphate dan cobalt sulphate mebcapai Rp1,8 triliun. (d). Penjualan kendaraan bermotor roda 2 meningkat 30,82 persen dan pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman pada bulan ramadhan.

Sumber pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran. Pada triwulan 1-2024 (y-on-y) ekspor barang dan jasa menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 8,55 persen.(red)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *