Publikamalut.com
Beranda Pemerintahan Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Malut Pamitan ke ASN

Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Malut Pamitan ke ASN

Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba (dok: Ais)

PUBLIKA-Sofifi, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba mulai mengucapkan pamitan ke ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pasalnya masa jabatan sebagai Gubernur Malut akan berakhir pada 31 Desember 2023.

“Kehadiran saya di HUT hari bakti PUPR ini mungkin terakhir, karena akhir Desember 2023 saya sudah lengser bersama dengan beberapa gubernur lainnya,”Hal ini disampaikan Gubernur Malut saat hadiri upacara peringatan HUT hari bakti PUPR ke-78 di Kantor Dinas PUPR Malut, Senin (4/12).

Gubernur AGK mengaku beberapa Gubernur lainnya mengajak untuk ke Mahkamah Konstitusi, namun orang nomor satu di Pemprov Malut itu tidak merespon, pasalnya dia (AGK) telah capek, karena sudah empat empat periode, mulai dari anggota DPR RI Wakil Gubernur dan menjabat Gubernur Malut dua periode.

BACA JUGA:DPRD Sahkan Perda Pajak dan Retribusi Daerah Maluku Utara

“Teman-teman lain ajak ke MK karena mestinya masa jabatan kita sampai April atau Mei 2024, namun saya bilang saya sudah capek, bahkan saya berkeinginan bulan Agustus 2023 kemarin telah berakhir, pasalnya Desember nanti saya sudah berusia 73 tahun”ungkapnya.

Lanjut AGK sebentar lagi kita akan berpisah, namun kenangan kita bersama dalam membangun Maluku Utara tidak terlepas dari kerjasama kita yang baik.

”Tahun depan saya tidak berada disini lagi, mungkin saya hanya bisa lewat di depan kantor saja, namum kebersamaan akan menjadi kenangan kita bersama,”ujarnya.

BACA JUGA:DPRD Malut Resmi Usulkan 3 Nama Calon Pj Gubernur ke Presiden

“Lahir kita berpisah, namun batin kita jangan berpisah, perpisahan kita nanti sampai jasad  ke Liang lahat namun kita akan bertemu kembali di Padang Mahsyar nanti,”harap Gubernur menambahkan.

Meskipun masa jabatan akan berakhir, Gubernur AGK terus memperjuangkan Sofifi sebagai daerah otonom baru (DOB) sehingga tidak menumpang lagi , namun Sofifi sebagai kota mandiri.

”perjuangan Sofifi sebagai daerah otonom baru terus saya lakukan, namun kapan ditetapkan apakah diperiode berikut bulum pasti, namun saya berharap sebelum akhir masa jabatan saya, Sofifi sudah ditetapkan sebagai DOB, sehingga akhir masa jabatan saya dengan Khusnul khatimah”harapnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *