Publikamalut.com
Beranda Daerah Ini Daerah di Maluku Utara Harga Pangan Termurah 

Ini Daerah di Maluku Utara Harga Pangan Termurah 

PUBLIKA-Sofifi, Provinsi Maluku Utara telah berusia 23 tahun, namun kebutuhan pangan masyarakat masih didatangkan dari luar, ini salah satu penyebabnya harga pangan di Malut tergolong tinggi.

Hasil pantauan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara harga pangan di 10 Kabupaten/kota di Malut pekan kemarin, harga beras premium tertinggi di Halmahera Timur Rp 17 ribu sementara harga terendah Rp 14.900 di Kota Tidore Kepulauan, sementara harga beras medium tertinggi di Halmahera Tengah Rp 15 ribu perkilo sementara harga terendah di Tidore Kepulauan Rp 13.900 perkilogram.

Bawang merah harga tertinggi di Halmahera Timur Rp 60 ribu perkilogram sementara harga terendah di Kota Ternate Rp 40 ribu perkilogram, bawang putih harga tertinggi di Halteng, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Selatan Rp 60 ribu perkilogram sementara terendah di pasar Jailolo Halmahera Barat Rp 45 ribu.

BACA JUGA:

 Dinas Pangan Malut Gelar Gerakan Pangan Murah Merdeka di HUT RI ke-78 

Dinas Pertanian Provinsi Malut Panen Raya Padi Bersama Petani Kao Barat

Minyak goreng harga tertinggi di Pulau Morotai Rp 27 ribu perkilogram sementara harga terendah di Tidore Kepulauan Rp 18 ribu perkilogram, sedangkan Gula harga tertinggi di Halmahera Utara 17 ribu perkilogram sementara terendah di Kota Ternate dan Pulau Morotai Rp 15 ribu perkilo gram.

Kabid distribusi dan cadangan pangan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara M Isra saat dikonfirmasi mengaku dari 10 Kabupaten/kota Malut  harga beras paling murah di Kabupaten Taliabu.

“Harga beras di Taliabu sangat murah, bahkan dijual dengan harga dibawah yang ditetapkan di pemerintah,”ujarnya.

Bukan hanya produk beras, juga komiditas pangan lain juga cukup murah, sehingga sempat di kaji.

“kami sempat melakukan pengkajian terhadap harga barang di Taliabu salah satunya beras murah karena mereka ambil langsung di Sulawesi,”katanya.

Menurutnya harga pangan di 10 Kabupaten/kota berbeda tidak menjadi masalah, yang terpenting petani sejahtera, pedagang untung dan pembeli tersenyum.

” Perbedaan harga tidak masalah yang penting pembeli tersenyum saat belanja karena murah, pedagang untung dan petani sejahtera,”cetusnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *