Publikamalut.com
Beranda Ragam Serasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional Malut Lahirkan 10 Rekomendasi

Serasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional Malut Lahirkan 10 Rekomendasi

Foto bersama DPRD Malut gelar serasehan jalur rempah dan ekonomi regional Malut (dok:Humas Deprov)

PUBLIKA-Ternate, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara gelar Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional menghasilkan 10 rekomendasi.

Kegiatan sarasehan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir dan dihadiri Staf Ahli Percepatan Pembangunan Papua Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Moksen Idris Sirfefa.

Hadir pula Ketua DPRD Malut Kuntu Daud, Pimpinan dan Anggota Komisi II, OPD lingkup Pemprov Malut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/kota, serta para akademisi. Narasumber yang diundang meliputi Prof. Gufran A. Ibrahim dan Moksen Idris Sirfefa. Berlangsung di Hotel Sahid Bela Ternate, Selasa (9/5)

10 rekomendasi ini yakni 1.Mengembalikan orientasi kebudayaan masyarakat bebasis agraris dan maritime; 2. Menekan laju alih fungsi lahan untuk konsesi pertambangan; 3, Mendesain road map jalur rempah dalam kaitan dengan pengembangan ekonomi regional Maluku Utara; 4. Mendesain aspek pemasaran dan rantai pasok beriakitan dengan komoditi rempah dan produk turunan, 5 Memberi keberpihakan baik dari sisi regulasi maupun anggaran untuk mengembangan ekonomi Maluku utara berabasis rempah

6; Menyediadikan data akurat dan kredibel tentang rempah kaitannya dengan luas lahan, jumlah petani, sebartan rempah, dan lainnya; 7, Membudayakan pola laku untuk promosi rempah di mulai dari lembaga-lembaga pemerintah; 8, Pengembangan museum hidup – dalam arti penyediaan lahan untuk pengembangan kebun raya cengkih dan pala yang didalamnya terdapat museum tempat menyediakan informasi dan pusat pembelajaran/pusat riset; 9. Keberpihakan terhadap rist yang berkaitan dengan rempah; 10, Diperlukan tenaga ahli cagar budaya untuk melola museum rempat.

“Rekomendasi ini merupakan kesimpulan dari berbagai pandangan kritis para peserta untuk mengembalikan kejayaan rempah di masa lampau.”kata Ketua Komisi II DPRD Malut, Ishak Naser.

Menurutnya forum ini merupakan respon cepat keinginan pemerintah seperti yang disampaikan Presiden untuk mengembalikan kejayaan rempah.

“Komoditi rempah ini kita kembangkan dengan tidak mereduksi komoditi yang sementara kita kembangkan. Tapi kita ingin kembangkan yang namanya rempah itu harus menjadi komoditi lebih unggul dari komoditi yang saat ini kita kembangkan,”ujar Ishak

Untuk mewujudkan hal-hal itu, menurut Ishak harus masuk dalam program kerja pemerintah daerah melalui OPD teknis baik di provinsi maupun kabupaten/kota. “hasilnya dalam bentuk program atau kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah di masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi,”jelasnya

“Kita berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota dan provinsi secara keseluruhan bisa berkomitmen dan konsisten menjalankan pemikiran yang berkembang dalam sarasehan ini,”sambung Ishak

dilakukan kajian karena harus diestimasi dengan baik pasarnya, harus diukur luasan pasar dan seberapa besar pangsa pasar dari komoditi rempah yang akan dikembangkan.

“Kedepan kita akan lakukan riset termasuk studi kelayakan pemilihan komoditi khususnya komoditi rempah,”pungkas Ishak

Ini juga berkaitan dengan keinginan pemerintah menjadikan jalur rempah sebagai sebagai warisan budaya dunia, dimana kemungkinan besar titik nol itu ada di Maluku Utara.(red)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *