Publikamalut.com
Beranda Daerah Komisi III DPRD Halut Kawal Pembangunan RSUD Tobelo

Komisi III DPRD Halut Kawal Pembangunan RSUD Tobelo

Rapat Komisi III DPRD Halut bersama pihak RSUD Tobelo (dok:Al)

PUBLIKA-Halut, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Utara (Halut) mempertanyakan  progres pembangunan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, pasalnya pembangunan tersebut menggunakan APBD tahun 2022.

Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Halut dengan pihak RSUD Tobelo Kamis (6/4) 

Ketua Komisi III DPRD Halut Sahril Hi. Rauf mengatakan legislatif ini sebagai fungsi pengawasan, sehingga pihaknya mengundang Direktur RSUD untuk menanyakan realisasi program yang belum selesai di tahun 2022.

“DPRD hanya mengukur angaran di tahun 2022 itu sudah sejauh mana sehingga bisa di ketahui anggaran RSUD yang di anggarkan dalam APBD,”katanya 

Menurutnya, RSUD sangat vital makanya komisi III selalu saja intens melakukan pengawasan, terutama di bagian pelayanan perlu di tingkatkan, misalkan masyarakat yang sakit dan tidak memiliki BPJS pihak RSUD menetapkan beberapa syarat.

“seharusnya start ini tidak harus semuanya di minta, yang menjadi kendala karena ini sudah masuk di SOP,”katanya.

Lanjut Sahril, pembangunan RSUD ini menggunakan  uang rakyat melalui APBD sehingga pelayanan dan pelaksanaan program harus berpihak pada masyarakat.

“Pembangunan yang sementara di bangun sudah mencapai 98 persen, namun DPRD memiliki fungsi kontrol, bukan hanya DPRD namun publik juga punya hak untuk melakukan pengontrolan,”ucapnya.

Ia menambahkan,di Halut penyakit mulai banyak,kemungkinan karena jumlah penduduk yang semakin banyak, makanya dokter-dokter ahli itu harus di optimalkan,”terangnya.

Sementara Direktur RSUD Tobelo dr. Janta Boni rapat terkait evaluasi program-program di tahun 2022 yang masih terbawa hingga tahun 2023 ini, program ini belum di laksana sehingga akan di jalankan pada tahun ini.

“banyak program tahun 2022 yang belum di jalankan, seperti pengembangan RSUD ke tipe B, program terkait dengan mendatang dokter spesialis, dan fasilitasnya,”ujarnya.

Ia mengaku DPRD telah merespon baik terkait fasilitas,  yakni rumah dinas, mobil,  dan peralatan yang harus disiapkan.

“jika kita inggin mendatang dokter spesialis ke Halut ini kita harus siapkan peralatan mereka mulai dari tempat tingga hingga alat kesehatan yang di butuhkan oleh mereka, karena setiap praktek yang mereka lakukan alkes ini sangat penting,”tuturnya (Al)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *