Publikamalut.com
Beranda Headline Harga Tanah Naik, Pemprov Malut Kewalahan Pembebasan Lahan

Harga Tanah Naik, Pemprov Malut Kewalahan Pembebasan Lahan

Sekprov Malut Samsuddin A Kadir


PUBLIKAmalut,  Pemerintah Provinsi Maluku Utara di
perintahkan untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan kota baru Sofifi, pasalnya
sejumlah  infrastruktur bakal dibangun, selain itu semua aktifitas baik TNI
dan Polri serta lembaga vertikal lain juga akan digeser di Sofifi.

Hal ini menjadi beban baru Pemerintah
Provinsi Maluku Utara untuk menyimpan lahan, sementara harga tanah setiap
tahun terus naik, sehingga Pemprov Malut Kewalahan dalam penganggaran
pembebasan lahan.

“Harga tanah setiap tahun naik terus,
sehingga anggaran yang disiapkan tidak cukup dengan lahan yang harus
dibebaskan, tapi ya apa bole buat, berapapun harganya tetap dibebebaskan untuk
Pembangunan Sofifi kedepan yang saat ini menjadi konsetrasi Pemerintah Pusat,”hal
ini sampaikan Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A Kadir saat
dikonfirmasi awak media, Selasa (23/8) kemarin.

Sekprov mengaku dengan kenaikan harga tanah
ini, Pemprov Malut tahun ini anggarankan Rp 17 miliar untuk pembebasan lahan,
namun harga tanah yang tinggi sehingga lahan yang dibebaskan juga terbatas.

”Dulu,
misalkan anggaran yang kita siapkan Rp 17 miliar, kalau dulu kita bisa dapatkan
Lahan yang luas, namun sekarang harga yang mahal sehingga kita tidak mampu
imbangi lagi antara kebutuhan lahan dan kesediaan anggaran, karena mahalnya harga
lahan,”katanya.

Lanjut Sekda, meskipun harga lahan yang
mahal, namun Pemprov Malut tetap akan menyiapkan lahan berdasarkan kebutuhan
infrastruktur yang dibangun, karena Pemerintah Pusat saat ini fokus untuk
membangun Sofifi.

”Kami akan terus melakukan Koordinasi dengan
pemerintah pusat untuk kebutuhan lahan berdasarkan Infrastruktur yang dibangun,
sehingga semua terpenuhi,”harapnua.

Mantan Pj Bupati Pulau Morotai itu mengaku
tahun ini Pemprov Malut anggarankan untuk pembebasan lahan dalam APBD tahun 2022
Rp 17 miliar, Pemprov Malut juga akan anggarkan di APBD-P untuk pembebasan
lahan.

”Tahun ini anggaran pembebasan lahan Rp 17 miliar di APBD induk 2022,  juga akan anggarkan di APBD-P tahun 2022 untuk
pembebasan lahan dalam upaya pembangunan Sofifi,”ungkapnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *