Publikamalut.com
Beranda News Dengar Kabar Digugurkan dari Casis Polwan, Ayah Sulastri Shock di Kebun

Dengar Kabar Digugurkan dari Casis Polwan, Ayah Sulastri Shock di Kebun

Irwan Dahlan ayah Sulastri (dok:PUBLIKAmalut.com/Anto)

PUBLIKA-Sanana, Irwan Dahlan ayah Sulastri Shock di kebun saat mendengar kabar putrinya digugurkan dari calon polisi wanita. Padahal Sulastri calon siswa pendidikan pembentukan bintara (Diktukba) Polri yang telah dinyatakan lulus pantukhir dan menempati peringkat ketiga, sebelum tereliminasi dengan alasan usia.

Irwan diketahui  warga Desa Mangon Kecamatan Sanana, Kapsul. Saat didatangi oleh awak media di rumahnya Desa Mangon sekitar pukul 13.45 wit, Senin (7/112022), mengatakan mulanya tidak mengetahui kabar pembatalan kelulusan putrinya, pasalnya ayah empat anak sementara berada di kebun kelapa di Pulau Taliabu dan akses jaringan internet juga susah bahkan istrinya pun sengaja tidak memberitahu karena takut terjadi sesuatu saat mendagar kabar yang tidak menyenangkan itu.

“beta ada di Taliabu, bikin kopra, dan kebun kelapa di Taliabu akses jaringan telekomunikasi juga sangat susah, jadi tidak mengetahui informasi nasip putirnya,” kata Irwan.

Suami dari Maryam itu mendapat informasi nasip putrinya yang telah lulus dipantukhir Polri namun kumudian digugurkan diberitahu langsung keponakannya.

“Om kamong su dengar informasi tentang Sulastri, katanya dia lulus pantukhir tapi dong bilang umur tua.”ucapnya.

Irwan yang mendengar informasi itu, langsung  pergi ke tempat jaringan internet demi memastikan kebenaran yang diceritakan oleh ponakannya itu.“Beta degar info itu, kong beta pigi tempat jaringan untuk memastikan.”katanya.

Setelah mengatahui informasi nasip putrinya di casis Bintara Polri. Ia mengaku shock dan bahkan tidak bisah melanjutkan pekerjaan dan memilih pulang ke kampung halaman di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Waktu itu beta shock dan tidak berbuat apa-apa dan beta berpikir dengan keadaan begini harus beta pulang.” Tutur Irwan.

Nasip putrinya, tidak biasa berbicara banyak, Ia hanya pasrah dan serahkah kepada yang mahakuasa.“Tong mau bikin bagimana, apa lagi  torang orang kecil (masyakarat biasa) yang tong bisa berharap kepada yang maha kuasa  saja.” Tutupnya.(tr-03/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *