Publikamalut.com
Beranda Daerah BMKG Ungkap Penyebab Ternate dan Tidore Diselimuti Kabut Asap, Ada Asap Kiriman Papua

BMKG Ungkap Penyebab Ternate dan Tidore Diselimuti Kabut Asap, Ada Asap Kiriman Papua

PUBLIKA-Ternate, Kabut asap yang menyelimuti Kota Ternate dan Tidore Kepulauan, Maluku Utara, semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Maluku Utara, di perparah lagi ada kiriman asap dari Papua.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memperkirakan kabut asap masih berpotensi bertahan selama beberapa hari ke depan, terutama di wilayah yang minim peluang hujan.

Dampak kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah Kota Ternate bahkan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) pada 13–15 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan kesehatan siswa.

Dilansir dari rri.co.id, prakirawan BMKG Sultan Babullah Ternate, Fachmi Bachdar, mengatakan peningkatan intensitas kabut asap telah terpantau dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut semakin pekat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Fachmi, kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kebakaran di wilayah Maluku Utara, tetapi juga dipengaruhi asap kiriman dari Papua yang sedang mengalami kebakaran cukup besar.

“Dari beberapa hari belakangan ini, kondisi ini disebabkan adanya kebakaran di sebagian kecil wilayah Halmahera, termasuk dampak karhutla di Kota Ternate. Selain itu, terpantau adanya kiriman asap dari wilayah Papua yang saat kebakaran ini cukup besar,” kata Fachmi sebagaimana dikutip dari situs rri.co.id, Senin (12/10/2026).

Kabut Asap Berpotensi Bertahan

Fachmi menjelaskan, hujan berpotensi membantu mengurangi konsentrasi asap di udara. Namun, berdasarkan prakiraan cuaca terakhir, peluang hujan di Maluku Utara diperkirakan mulai meningkat pada dasarian III Oktober, yakni periode 21–31 Oktober 2026.

Meski demikian, pemantauan radar cuaca telah menunjukkan adanya hujan di sejumlah wilayah Halmahera. Hujan tersebut belum merata sehingga belum cukup untuk memastikan kabut asap segera berkurang di seluruh wilayah Maluku Utara.

Wilayah yang berpeluang mengalami hujan meliputi sebagian Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan Halmahera Barat.

Sementara itu, peluang hujan di Kota Ternate masih tergolong kecil. Kondisi ini membuat kabut asap berpotensi tetap menyelimuti Ternate dalam beberapa hari ke depan apabila belum terjadi hujan dengan intensitas dan cakupan yang memadai.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer di Maluku Utara. Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi udara serta mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Hingga peluang hujan meningkat dan kebakaran dapat dikendalikan, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Maluku Utara masih perlu diwaspadai.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan