Publikamalut.com
Beranda Advertorial Malam Puncak HUT Malut ke-27, Gubernur Sherly Serukan Jaga Persatuan Demi Pembangunan

Malam Puncak HUT Malut ke-27, Gubernur Sherly Serukan Jaga Persatuan Demi Pembangunan

Gubernur Sherly didampingi kedua anaknya serta Sekda Malut di malam puncak HUT Malut ke-27 (dok:Adpim)

PUBLIKA-Sofifi, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyerukan pentingnya menjaga persatuan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan demi mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sherly dalam pidatonya pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara di Alun-Alun Sofifi, Sabtu (10/10).

Di hadapan ribuan warga yang menghadiri pesta rakyat, Sherly mengibaratkan Maluku Utara sebagai sebuah rumah besar yang harus dijaga dan dibangun bersama. Menurut dia, kemajuan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“ Apa pun perbedaannya, suku, agama, pulau, pilihan, kita harus ingat bahwa kita punya satu rumah besar yang kita beri nama Maluku Utara. Jika ada kritik, sampaikan dengan data dan solusi, jangan merusak rumah yang kita tinggali bersama,” pesan Sherly.

Bagi Sherly, persatuan menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Perbedaan pandangan maupun pilihan politik, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersama-sama memajukan Maluku Utara.

Target 300 Kilometer Jalan

Selain menyerukan persatuan, Sherly menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dituntaskan pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, pembangunan jalan sepanjang 150 kilometer telah dilaksanakan pada 2025 dan 2026. Pemerintah Provinsi Maluku Utara selanjutnya menargetkan pembangunan 150 kilometer jalan pada 2027.

Dengan target tersebut, total panjang pembangunan jalan yang disebutkan Sherly mencapai 300 kilometer selama periode 2025–2027.

Percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses antardaerah, serta mendukung aktivitas ekonomi hingga ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.

Sherly juga memaparkan rencana pembangunan akses jalan langsung melalui Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi dengan Halmahera Tengah. Jalur tersebut ditargetkan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam pada 2027.

Selain jalan, pemerintah juga mewacanakan pembangunan bandara komersial di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Sherly, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu ditopang oleh fondasi pembangunan yang kuat. Salah satu fondasi tersebut adalah konektivitas yang memudahkan masyarakat dan pelaku usaha menjangkau pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Dalam pidatonya, Sherly turut menyoroti pentingnya memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Ia menyebut sejumlah agenda yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pendidikan gratis jenjang SMA/SMK/SLB, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Pembangunan, menurut dia, tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Infrastruktur yang memadai, akses pelayanan dasar, dan terbukanya peluang ekonomi juga menjadi bagian penting dari kemajuan daerah.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah memperkenalkan platform digital Suara Malut, yang disiapkan sebagai saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, masukan, maupun laporan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Aspirasi yang masuk diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan masyarakat.

Memasuki usia ke-27, Sherly mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat baku bae, baku sayang sebagai landasan kehidupan bersama di tengah keberagaman Maluku Utara.

Ia menegaskan, pembangunan daerah dan pemeliharaan persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah membutuhkan dukungan sekaligus masukan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.

Dengan percepatan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, dan keterlibatan publik, pemerintah berharap kemajuan Maluku Utara tidak hanya tercermin dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan