Wagub Sarbin Adu Strategi di Meja Domino, Bawa Pesan Ekonomi Rakyat
PUBLIKA-Sofifi, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara berlangsung meriah. Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, tidak hanya membuka turnamen domino, tetapi juga turun langsung ke meja pertandingan, menunjukkan keakraban bersama jajaran pejabat pemerintah provinsi.
Turnamen yang mengusung tema “Tumbuhnya Harus Terasa” itu resmi dibuka di pelataran Masjid Raya Sofifi, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan hari jadi Provinsi Maluku Utara yang tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang persaudaraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa turnamen domino bukan semata-mata ajang untuk memperebutkan kemenangan. Lebih dari itu, permainan tersebut menjadi ruang mempererat silaturahmi, melatih ketajaman berpikir, serta membangun interaksi sosial di tengah masyarakat.
Ia pun mengingatkan para peserta agar tetap menjaga sportivitas dan tidak membiarkan persaingan merusak kebersamaan.
“Menang dan kalah dalam lomba itu sudah biasa. Jangan banting meja gara-gara kalah. Meja itu tidak salah. Jangan lempar domino karena dominonya tidak salah,” ujar Sarbin, yang disambut gelak tawa peserta.
Menurutnya, kekalahan harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menyalahkan orang lain ataupun perlengkapan permainan.
“Yang salah adalah langkah kita belum tepat, belum mampu membaca pergerakan lawan, atau batu-batu dominonya belum terbaca dengan baik,” tambahnya.
Sarbin menjelaskan, permainan domino memiliki manfaat dalam melatih daya ingat, membaca situasi, dan menyusun strategi. Namun, nilai yang jauh lebih penting adalah terbangunnya hubungan sosial yang semakin erat di antara peserta.
“Turnamen ini tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menjadi pengerat hubungan antarsesama. Silaturahmi itu nilainya mahal,” tegasnya.
Dorong Ekonomi Rakyat Ikut Tumbuh
Di balik kemeriahan pertandingan, Sarbin juga menyoroti pentingnya dampak ekonomi dari setiap kegiatan yang digelar pemerintah. Ia meminta agar turnamen domino tidak berhenti sebagai agenda olahraga dan hiburan, tetapi mampu membuka peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, panitia diminta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk mama-mama pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Hubungkan kegiatan ini dengan ekonomi. Mama-mama yang jualan ajak ke sini di setiap sesi pertandingan, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin ramai Sofifi, semakin besar peluang ekonomi rakyat,” jelasnya.
Sarbin menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang nyata. Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi belum cukup apabila manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-27 Maluku Utara, “Tumbuhnya Harus Terasa”, yang menekankan pentingnya menghadirkan manfaat pembangunan hingga ke tingkat masyarakat bawah.
Usai membuka turnamen, Sarbin tidak sekadar menyaksikan jalannya pertandingan. Ia ikut ambil bagian dalam laga eksibisi dengan berpasangan bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pasangan tersebut berhadapan dengan duet Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Adu strategi ant pejabat itu menjadi salah satu momen yang menarik perhatian peserta dan pengunjung.
Keterlibatan langsung Sarbin bersama jajaran pejabat Pemprov Maluku Utara menghadirkan suasana santai dan penuh keakraban. Di meja domino, para pejabat berbaur dalam kompetisi yang mengedepankan strategi, kebersamaan, dan sportivitas.
Melalui turnamen ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap perayaan HUT ke-27 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memperkuat persaudaraan sekaligus membuka ruang bagi perputaran ekonomi masyarakat di Sofifi.
Sebab, sebagaimana pesan yang disampaikan Sarbin, keberhasilan sebuah perayaan bukan hanya diukur dari ramainya kegiatan, melainkan juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.(red)






