Upacara HUT RI ke-81 di Sofifi, Malut Kirim Bantuan untuk NTT
PUBLIKA-Sofifi, Semangat kemerdekaan tidak hanya terasa lewat kibarnya Sang Merah Putih di Sofifi. Di hari yang sama, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menunjukkan kepedulian kepada saudara sebangsa yang tengah dilanda bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (17/8/2026).
Upacara dimulai tepat pukul 10.15 WIT. Suasana penuh khidmat ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Maluku Utara menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Maluku Utara, Iqbal Ruray.
Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, ASN, serta masyarakat Sofifi yang turut memberikan penghormatan pada momentum bersejarah tersebut.
Namun, makna kemerdekaan di Maluku Utara pada hari itu tidak berhenti pada upacara. Di tengah suasana perayaan, Pemprov Maluku Utara juga menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan bencana yang melanda masyarakat di NTT.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Maluku Utara kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Dana itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan warga yang terdampak bencana.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar angka, melainkan pesan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
“Laut boleh memisahkan Maluku Utara dan NTT, tetapi kemanusiaan tidak mengenal jarak. Ketika saudara kita sedang berduka, hati kita ikut bersama mereka. Bantuan Rp1 miliar ini adalah bentuk kecil dari kepedulian besar masyarakat Maluku Utara untuk NTT. Anda tidak sendiri,” kata Sherly, Senin (17/8/2026), di Sofifi.
Menurut Sherly, bencana dapat datang tanpa mengenal batas wilayah. Karena itu, ketika satu daerah menghadapi musibah, daerah lain harus ikut mengambil bagian untuk meringankan beban.
Ia pun mengajak masyarakat Maluku Utara untuk terus mendoakan keselamatan warga yang terdampak serta memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kita pernah merasakan bagaimana beratnya menghadapi bencana. Karena itu, hari ini kita hadir untuk menguatkan saudara-saudara kita di NTT. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban dan mempercepat mereka bangkit,” ujarnya.
Sherly menegaskan, semangat saling membantu merupakan bagian dari kekuatan bangsa Indonesia. Menurutnya, solidaritas tidak hanya dibutuhkan ketika keadaan baik, tetapi justru semakin penting ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.
Bagi Maluku Utara, bantuan tersebut juga menjadi wujud gotong royong antardaerah sekaligus pesan persaudaraan bahwa penderitaan akibat bencana tidak boleh ditanggung sendirian.(red)








