Temui Menhaj, Gubernur Sherly Perjuangkan Kuota dan Layanan Haji Maluku Utara
PUBLIKA-Jakarta, Di balik panjangnya daftar tunggu (waiting list) calon jemaah haji di Maluku Utara, tersimpan harapan besar ribuan masyarakat untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima. Harapan itulah yang dibawa langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, saat melakukan audiensi dengan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Jakarta.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperjuangkan peningkatan kualitas pelayanan sekaligus membuka peluang optimalisasi kuota haji bagi jemaah asal Maluku Utara. Dalam suasana diskusi yang hangat, kedua pihak membahas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari panjangnya antrean keberangkatan hingga kebutuhan akses transportasi yang lebih memadai dari wilayah kepulauan.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik. Ia juga menyoroti perlunya pemerataan distribusi kuota secara adil dan transparan di tingkat kabupaten/kota.
“Kami berkomitmen memperbaiki ekosistem pelayanan haji dan umrah, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur, agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain persoalan kuota, perhatian juga diarahkan pada kesiapan infrastruktur pendukung serta sistem transportasi yang menjadi urat nadi mobilitas jemaah dari daerah asal menuju embarkasi hingga ke Tanah Suci. Hal ini dinilai krusial untuk meminimalisir beban perjalanan, terutama bagi jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan di Maluku Utara.
Tak kalah penting, kedua pihak turut membahas standardisasi skrining kesehatan sesuai regulasi terbaru Pemerintah Arab Saudi. Langkah ini diharapkan mampu memastikan kesiapan fisik jemaah sebelum keberangkatan, sekaligus menekan risiko kesehatan selama menjalankan ibadah.
Dalam upaya meningkatkan kemandirian jemaah, kerja sama penguatan edukasi manasik juga menjadi fokus pembahasan. Edukasi ini tidak hanya mencakup tata cara ibadah, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi terbaru serta pendekatan berbasis budaya dan bahasa lokal agar jemaah merasa lebih aman dan percaya diri.
Gubernur Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Kementerian Haji dan Umrah dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan jemaah dari Maluku Utara. Ia berharap, pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang lebih inklusif, adil, dan berkualitas.
Lebih dari sekadar kebijakan, upaya ini menjadi wujud nyata ikhtiar pemerintah dalam menjemput harapan masyarakat—agar perjalanan suci ke Tanah Suci bukan lagi sekadar impian panjang, melainkan kesempatan yang semakin dekat untuk diwujudkan.(red)





