Cuaca Maluku Utara 8-14 Oktober, Angin Kencang dan Potensi Hujan Ringan di Enam Daerah
PUBLIKA-Ternate, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Maluku Utara didominasi cerah berawan pada 8–14 Oktober 2026.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi hujan ringan dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah daerah selama periode tersebut.
BMKG menjelaskan, kondisi dinamika atmosfer saat ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Maluku Utara. Namun, terdapat pengaruh lokal berupa pola belokan angin yang cenderung kencang.
Selain itu, anomali suhu muka laut yang cenderung dingin turut mengurangi potensi pembentukan awan di sekitar wilayah Maluku Utara.
“Secara umum kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode 8–14 Oktober 2026 adalah cerah dengan adanya potensi hujan ringan di beberapa wilayah,” demikian prakiraan BMKG Sultan Babullah Ternate dalam siaran persnya, Kamis (8/10/2026).
Pada 8–9 Oktober, cuaca diprakirakan cerah berawan di seluruh wilayah Maluku Utara. Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.
Memasuki 10–11 Oktober, kondisi cuaca masih didominasi cerah berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan sekitarnya.
Pada periode yang sama, potensi angin kencang masih perlu diwaspadai, terutama di Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.
Sementara pada 12–14 Oktober, potensi hujan ringan diprakirakan meluas ke Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan sekitarnya.
Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Maluku Utara, meliputi Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula hingga Pulau Taliabu.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak turunan dari kondisi meteorologi tersebut.
Selain angin kencang, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering berkepanjangan.(red)






