Publikamalut.com
Beranda Ragam Pesparawi ke-IV Tingkat Provinsi Malut Resmi Dibuka, Ini Pesan Pj Gubernur

Pesparawi ke-IV Tingkat Provinsi Malut Resmi Dibuka, Ini Pesan Pj Gubernur

Asisten Gubernur Asrul Gailea didampingi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub membuka acara Pesparawi Malut ditandai dengan pemukulan Gong (dok:PUBLIKAmalut.com)

PUBLIKA-Haltim, Asisten III Gubernur Maluku Utara Asrul Gailea secara resmi membuka Pesparawi ke-IV tingkat Provinsi Malut tahun 2024, kegiatan dipusatkan di lapangan Buli, disaksikan langsung Bupati Kabupaten Halmahera Timur Ubaid Yakub, Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Kepala Kanwil Kemenag Malut Amar Manaf, Forkompinda dan  peserta kontingen dari 8 Kabupaten/kota, Rabu (26/06).

Asrul Gailea saat membacakan sambutan Pj Gubernur mengatakan Kehadiran peserta paduan suara gerejawi memiliki makna sebagai penguatan hubungan internal umat kristen, sekaligus membangun umat kristen di Indonesia dan Maluku Utara pada khususnya.

“Dalam konteks internal Pesparawi merupakan sarana pembangunan sumber daya manusia, membangun generasi, sementara secara majemuk Pesparawi memberikan sumbangan atas nasionalisme dan kerukunan antar umat beragama,”ujarnya.

Pesparawi ini sangat penting bagi umat kristen, karena kegiatan ini sebagai langkah aktualisasi semangat pembangunan nasional di bidang pembinaan spritual sebagai bagian upaya memperkoko spritual untuk menghadapi era moderenisasi.

“Pesparawi ini memberikan makna kesatuan dan kebersamaan antara kita di Provinsi Maluku Utara,”ujarnya.

BACA JUGA:Sebanyak 1200 Peserta Siap Ikuti Pesparawi Tingkat Provinsi Malut 2024

Menurutnya, Pesparawi ini bukan hanya menunjukkan kemampuan dalam seni namun Pesparawi ini juga menyampaikan pesan perdamaian dan cinta kasih serta kebersamaan yang mampu menyatukan perbedaan melalui seni.

“Pesparawi ini menjunjung tinggi nilai-nilai bhineka tunggal Ika dengan menolak kekerasan antar agama dan menghargai budaya bangsa,”harapnya.

Pesan Pj Gubernur kepada peserta mengikuti lomba agar serius dengan menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa membawa nama baik Maluku Utara di kancah Nasional nanti.

Sementara Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub mengaku pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Malut di Halmahera Timur ini merupakan sebuah amanah sehingga harus disukseskan.

”kami akan memberikan yang terbaik yang kami mampu demi kesuksesan Pesparawi tingkat Provinsi Malut ke-IV ini,”ukarnya.

Menurutnya pelaksanaan Pesparawi ini mendapat dukungan dari masyarakat Kabupaten Halmahera Timur, buktinya hampir semua paguyuban di Halmahera Timur mengambil bagian terlibat untuk mensukseskan Pesparawi ini.

“Saya sangat berterima pada paguyuban yang ada di Haltim, dengan melibatkan diri mendukung Pesparawi tingkat Provinsi Malut ini,”bebernya.

Orang nomor satu d Halmahera Timur juga menyampaikan permohonan maaf pada tamu undangan yang hadir, bila mana ada kekurangan dalam pelayanan kami.

Sedangkan Ketua panitia Pesparawi provinsi Maluku Utara Boas Lana SE. M.Si, mengatakan peserta yang mengikuti Pesparawi tingkat Provinsi Malut, perwalian dari 8 kabupaten/kota yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Menurutnya Pesparawi tingkat Provinsi Malut ini sebanyak 12 kategori lomba yang diperlombakan yakni lomba panduan suara dewasa campuran, panduan suara remaja pemuda, panduan suara anak, paduan suara pria, paduan suara wanita, vokal grup, musik gereja nusantara, musik pop gereja, Solis remaja putra, Solis remaja putri, Solis usia 10-13 tahun, Solis usia 7-9 tahun.

“Peserta yang juara bakal mewakili Maluku Utara ke Pesparawi tingkat nasional tahun 2025 di Monokwari, sehingga Para dewan juri ini didatangkan dari juri nasional,”ucapnya.

Boas menyebutkan tujuan dari kegiatan ini, pertama untuk meningkatkan iman dan taqwa pada Tuhan yang maha Esa, kedua, pengembangan bakal dan kreativitas dibidang musik, khususnya paduan suara dikalangan umat Nasrani, tiga, mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar umat Nasrani/Kristen dari berbagai domisili di daerah provinsi Maluku Utara.

Keempat, lanjut Boas, pelestarian seni musik gerejawi sebagai bagian dari budaya dan indentitas umum Nasrani Kristen, dan kelima meningkatkan kualitas panduan suara melalui kompetisi dan evaluasi oleh juri profesional.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan