Publikamalut.com
Beranda Daerah Erupsi Gunung Ibu, PVMBG Rekomendasi Desa Sangaji Nyeku Dikosongkan

Erupsi Gunung Ibu, PVMBG Rekomendasi Desa Sangaji Nyeku Dikosongkan

Jalur aliran lava dan material vulkanik Gunungapi Ibu dilihat dari Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (18/5). Wilayah Desa Sangaji Nyeku berada tepat menghadap jalur aliran lava dari kawah utama Gunungapi Ibu dengan radius 6 kilo meter (dok: BNPB)

PUBLIKA-Halbar, Status Gunungapi Ibu masih bertengger di level IV (AWAS) sejak Kamis (16/5). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar Desa Sangaji Nyeku di Kabupaten Halmahera Barat Dikosongkan.

Pasalnya Jika ditarik garis lurus, wilayah Desa Sangaji Nyeku hanya berjarak 6 kilometer dan berada tepat berhadapan langsung dengan bukaan kawah bagian utara.

“Sebagaimana yang telah direkomendasikan PVMBG, atas kenaikan level tertinggi status Gunungapi Ibu, maka radius jarak 4 kilometer dari puncak kawah utama harus dikosongkan dari segala jenis aktivitas masyarakat, termasuk wisatawan dan pendaki gunung,” Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan persnya Minggu (19/05).

BACA JUGA:Status Gunung Ibu Naik Jadi Awas, Warga Diimbau Waspada 

Menurutnya, PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif. Artinya Desa Sangaji Nyeku masuk dalam sektor tertentu di bagian utara mulut kawah yang juga harus dikosongkan. Sebab, wilayah desa itu masuk dalam kawasan rawan bencana erupsi Gunungapi Ibu dan penduduk yang ada di situ harus dievakuasi.

“ Menurut keterangan Babinsa, sebagian besar warga sudah dievakuasi di dua titik, yakni di Desa Tongute Ternate Asal dan Gam Ici yang berada di Kecamatan Ibu Tengah,”katanya.

Dari hasil monitoring yang dilakukan selama kurang lebih 15 menit itu, memang terlihat bahwa desa tersebut lengang dari aktivitas penduduk. Akan tetapi masih ada beberapa warga yang terlihat masih ada di sana.“Kalau siang, kami kadang pulang untuk memeriksa keadaan dan kondisi rumah. Tapi jelang sore kami kembali ke pengungian,” jelas seorang warga.

Mengetahui kondisi situasional tersebut, Deputi 5 BNPB Lilik Kurniawan kemudian memberikan imbauan kepada warga agar tidak terlalu sering kembali ke rumah selama belum ada rekomendasi dari pihak PVMBG dan pemerintah daerah setempat yang memperbolehkan untuk pulang ke rumah.

“Karena mash level IV dan belum ada rekomendasi untuk kembali ke rumah, maka sebaiknya tidak pulang-pulang dulu,” kata Lilik.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *