Publikamalut.com
Beranda Ragam Putra Gubernur Malut Jadi Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Raya sofifi

Putra Gubernur Malut Jadi Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Raya sofifi

Mesjid Raya Shaful Khairat Sofifi (dok:Adpim)

PUBLIKA-Sofifi, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkungan Pemprov Malut melaksanakan shalat Idul Fitri 1444 H/2023 M dipusatkan di Mesjid Raya Shaful Khairaat Sofifi. disampaikan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Malut Rahwan K Suamba, dalam keterangan pers kemarin.

Menurut keterangan Karo Adpim, Gubenur Maluku Utara Kh. Abdul Gani Kasuba Lc dan Sekprov Maluku Utara Drs. Samsuddin Abdul Kadir akan melaksanakan Shalat Idul Fitri di Mesjid Shaful Khairaat Sofifi. Sementara Wakil Gubernur Maluku Utara Ir. M. Al Yasin Ali akan melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung, Weda.

Bertidak sebagai Khatib dalam Shalat Idul Fitri 1444 h di Mesjid Raya Sofifi adalah Ustad Muhammad Thariq Kasuba dan bertindak sebagai imam adalah imam Masjid Raya Shaful Khairaat, Irwan Tomasoa.

Lanjut Rahwan, untuk kegiatanan Open House, Gubernur Malut pada hari pertama akan berada di Sofifi sehingga pelaksanaan Open House akan berjalan sesuai dengan waktu usai shalat Idul Fitri. 

Begitu pula di kediaman Sekprov Malut di puncak Gosale. Sementara, Wakil Gubernur Malut juga melaksanakan open house hari pertama bersama masyarakat di kediaman weda.

“Untuk jadwal resmi open house pemerintah Provinsi Maluku Utara akan disampaikan kemudian hari”, kata karo Adpim.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pimpinan OPD dan Pejabat Eselon III dan Pejabat Fungisonal dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama dengan pemerintah Provinsi Maluku Utara dan masyarakat kota Sofifi.

“kita berharap semua ASN mulai pimpinan OPd, pejabat eselon III dan pejabat fungsional beserta keluarga dapat bersama sama dengan massyarakat sofifi melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid Shaful Khairaat’, Tutup Karo Adpim

Diketahui, Shafull Khairat merupakan masjid termegah di Indonesia Timur karena dilengkapi dengan tangga ekalator telah menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan besar seperti dakwah para tokoh agama nasional, kegiatan organisasi islam hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya.(Adpim)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *