Publikamalut.com
Beranda Daerah Petani Sawah Desa Margomulyo Terancam Gagal Tanam, Ini Langka Kadistan Malut

Petani Sawah Desa Margomulyo Terancam Gagal Tanam, Ini Langka Kadistan Malut

Kondisi saluran irigasi di Desa Margomulyo Kecamatan Kao Barat 

PUBLIKA-Sofifi, Kelompok tani di Desa Margomulyo Kecamatan Kao Barat Halmahera Utara terancam gagal tanah padi, padahal sudah masuk musim tanam, hal ini dikhawatirkan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara.

Tarjo salah satu petani  sawah mengaku bulan ini adalah musim tanam namun para petani sawah disini tidak bisa menanam karena saluran air irigasi tidak berfungsi.”bulan dua ini musim menanam, namun kami tidak bisa mengolah lahan lantaran todada air,”ucapnya

Menurutnya air disaluran irigasi tidak berfungsi atau mati sudah kurang lebih tiga bulan sejak dari Desember 2022 kemarin, “air di saluran irigasi tidak mengalir sudah tiga bulan, jadi kami belum bisa mengolah lahan dan menanam, padahal ini musim menanam, kami berharap segera diatasi,”harapnya.

Kondisi ini langsung ditanggapi Kepala Dinas Pertanian Malut Muhtar Husen, dengan melakukan koordinasi dengan pihak  Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PUPR serta Pemda Halmahera Utara, pasalnya penyebabnya terjadi diskomunikasi.

“Saluran irigasi ini merupakan Aset BWS, jadi kami telah melakukan koordinasi dengan pihak BWS agar secepatnya diatasi agar air dapat mengalir kembali di lahan persawahan, dan pihak BWS juga telah meresponnya,”ucapnya.

Muhtar mengaku akibat dari air yang tidak mengalir beberapa bulan belakangan ini membuat sejumlah petani sawah mengalih fungsi lahan padi ke tanaman holtikultura.”akibat air saluran irigasi macet, beberapa lahan sawah dialihkan ke tanaman hortikultura, “katanya.

Sehingga dikesempatan panen raya padi sawah, kebutulan dari Pemda Kabupaten Halmahera Utara dalam hal Dinas Pertanian Halut dan BWS Provinsi Malut juga hadir, agar segera dilakukan penyelesaian.

”tadi pihak BWS telah respon, hari Minggu  BWS turunkan tim, sehingga secepatnya diatasi sehingga tidak ada masalah lagi, air di saluran irigasi secepatnya dialirkan ke lahan,”ungkapnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *