Publikamalut.com
Beranda Advertorial Dinkes Kepulau Sula Gelar Workshop Pengendalian Penyakit Menular

Dinkes Kepulau Sula Gelar Workshop Pengendalian Penyakit Menular

Dinas Kesehatan Kepsul gelar Workshop pengendalian penyakit menular (dok:PUBLIKAmalut.com/Anto)

PUBLIKA-Sanana, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Kepulauan Sula, gelar Workshop dengan tema Gerakan Satu Rumah Satu Jentik (R1J1),  dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular. 

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Malut, dengan peserta yang hadir tenaga kesehatan di 13 Puskesmas ke Kepulauan Sula, yang berlangsung di hotel Guspitasari Desa Fagu, Kecamatan Sanana, Rabu (13/12/2022).

Kapala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Suryati Abdullah mengatakan tujuan kegiatan ini dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)  di 13 puskesmas yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula, sehingga peserta workshop melibatkan petugas kesehatan di 13 puskesmas di Kepsul, di bidang pengelolaan vektor atau pengelola organisme yang menularkan patogen dan parasit dari satu manusia yang terinfeksi (atau hewan).

“Yang hadir itu semua penangung jawab pengelola demam berdarah dan pengelola vektor.” Bebernya.

Suryati mengaku pada tahun 2022, di Kepsul,  telah menemukan atau mendeteksi penyakit demam berdarah sebanyak 31 kasus yang terjangkit.”Tahun ini,  terindikasi terjakit demam berdarah  di Kabupaten Kepsul ditemukan sebanyak 31 orang .” Ungkap Suryati.

Untuk itu, lanjut dia program pencegahan demam berdarah harus intens dilakukan pada masyarakat, untuk itu dengan workshop ini dapat meningkatkan sumber daya manusia kita.

“Mungkin mereka belajar hanya metode otodidak seperti mendagar dari mulut ke mulut dan datang kekantor untuk kordinasi. Tapi untuk sekarang mereka harus tahu pasti sehingga tidak salah kaprah,”harapnya.

Selain itu  dengan adanya kegiatan atau workshop seperti ini  akan selalu terupdate tentang Suspect Pasien Dalam Pengawasan( DPD) yang terindikasi.

“Biar torang juga selalu update informasi terbaru terkait masalah penyakit menular di tiap-tiap puskesmas.” Cetusnya. (tr03/red).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *