Publikamalut.com
Beranda News Pemda Kepsul Akan Usulkan Ismail Sahdjuan Sangaji Sebagai Pahlawan Nasional

Pemda Kepsul Akan Usulkan Ismail Sahdjuan Sangaji Sebagai Pahlawan Nasional

Wabup Kepsul bersama Forkompinda Kepsul melakukan ziarah di makam Ismail Sahdjuan Sangaji (dok:PUBLIKAmalut.com/Anto)

PUBLIKA-Sanana, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula akan usulkan  Ismail Sahdjuan Sangaji sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, M Saleh Marasabessy usai ziarah dan taburan bunga di makam Ismail Sahdjuan Sangaji yang berada Desa Mangon Kecamatan Sanana, bersama Forkompinda Kepsul, dalam rangka peringatan hari Pahlawan Nasional, Kamis (10/11).

 Wabup mengaku  Ismail Sahdjuan Sangaji alis Ismail Digul didorong menjadi pejuang Nasional bukan tampa alasan, menurutnya Ismail Sahdjuan Sangaji sudah menjadi katagori pejuang Nasional bersama Presiden pertama Republik Indonesia (RI). “Karena beliau juga sudah masuk kategori pejuang nasional bersama dengan bapak Ir Soekarno” Ungkap M. Saleh.

Selain itu, M. Saleh juga menceritakan sedikit tentang nama Ismail Sahdjuan Sangaji yang biasa di kenal kalangan masyarakat dengan sebutan Ismail Digul. Ia mengaku, 

nama itu berikan dikarenakan Ismail Digul juga turut andil dalam memperjuagan Negara Republik Indonesia melawan penjajah, sehingga dirinya dibuang atau dipenjara ke Digul atau papua bersama presiden pertama RI Ir Soekarno.

“Kenapa di sebut Ismail Digul karena beliau dulu di buang ke Digul bersamaan bapak presiden Soekarno pada jaman itu.”Tutunya.

Ziarah itu, M. Saleh mengatakan, dalam memperingati hari pahlawan Nasional yang jatuh pada hari kamis 10 November 2022, untuk merasa rasa hujud para pejuang-pejuang  Nasional maupun pejuang daerah.

“Akan kita kordinasikan lintas sektor terkait dengan masalah pegangkatan dari Pahlawan daerah menjadi Pahlawan Nasional.” Katanya.

Selain itu, tambah M. Saleh, untuk mengangkat pejuang daerah menjadi pahlawan nasional, hal ini akan disampaikan ke Ibu Bupati Kepsul Ibu Fifian Adeningsi Mus.

“Ini nantinya saya sampaikan ke ibu bupati agar bapak Ismail Digul juga untuk bagimana di perjuangan menjadi pahlawan Nasional.” Ujarnya.

Menurut M. Saleh, untuk memperjuagan Pahlawan daerah menjadi pahlawan Nasional, hal itu harus melibatkan banyak pihak yakni seluruh stakeholder, perguruan tinggi serta pelaku sejarah.

“Kalau kita mau memperjuangan menjadi pejuang nasional tentunya ada keterlibatan semua stakeholder baik dari perguruan tinggi, pelaku sajarah dan lain-lain untuk bagimana kita bisa presentasi ke pusat.” Jelas M. Saleh.

M. Saleh  menambahkan ziarah itu merupakan sebagai rasa syukur dan menjadi motivasi bagi generasi muda saat ini, betapa beratnya perjuangan melawan penjajah hingga kita saat ini bisah hidup dan merdeka dari bangsa kolonial.

“Sehingga kita wajid untuk ziarah sebagai rasa syukur kita dan sekali gus menjadi mitifasi kita, terutama generasi muda betapa beratnya perjuangan pada zaman itu yang konon ceritanya dari irian ke sula itu hanya dengan menggunakan perahu.” (tr03/red).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *