Publikamalut.com
Beranda Advertorial PUPR Malut Siapkan Rp 5 M, Perencanaan Pembangunan Jalan Sofifi-Bandara Loleo

PUPR Malut Siapkan Rp 5 M, Perencanaan Pembangunan Jalan Sofifi-Bandara Loleo

Plt Kadis PUPR Malut Saifuddin Djuba (dok:istimewa)

PUBLIKAmalut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Provinsi Malut, terus mengupayakan pembangunan infrastruktur di Malut, salah
satunya rencana pembangunan jalan Sofifi menuju Bandara Loleo terletak di
kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore 
Kepulauan (Tikep). Pasalnya untuk fisik nanti pihak Balai Pelaksana
Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR yang bakal bangun.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR Malut, Saifuddin Djuba,  mengatakan pihaknya menyiapkan  kebutuhan perencanaan, dimana perencanaan yang
kami siapkan salah satunya berkaitan dengan ruas jalan yang menuju ke Bandara
Loleo

“Dokumen lingkungannya dan FS kami yang upayakan di
perubahan ini. Dan kami anggarkan untuk penuhi kebutuhan pembangunan jalan
menjuju ke bandara Loleo.” Kata Saifuddin saat diwawancarai usai rapat
koordinasi bersama Asdep Menko Marves di kantpr BPJN Malut, Jumat (27/8/2022)
malam.

Lanjutnya, jalan menuju bandara Loleo  akan dilakukan perubahan trase terhadap jalan itu.
Menurutnya, kebutuhan anggaran yang dialokasikan nanti sekitar 5 miliar lebih.”saya sudah membicarakan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Malit,
Samsudin A. Kadir, dan Sekda telah menyetujui untuk kebutuhan. di APBD Perubahan tahun 2022 ini.” Pungkasnya.

Sementara itu kepala Balai Pelaksanaan Jalan
Nasional (BPJN) Provinsi Maluku Utara Herdianto Arifin menjelaskan, saat ini
menangani dua ruas jalan Nasional, yaitu ruas jalan Sofifi -Dodinga dan
Sofifi-Akelamo dengan panjang sekitar 70 kilometer.” Jadi awalnya kita di
suruh menangani ruas jalan Sofifi ke bandara Kuabang Kao, akan tetapi di tengah
perjalanan batal, pada ahrinya kita di suruh kerjakan pelebaran jalan dari
kantor Gubernur menuju bandara Loleo,” jelasnya.

Arifin mengaku, panjang ruas jalan
Sofifi-Loleo sekitar 25 kilometer, tapi yang bisa di kerjakan BPJN hanya
sekitar 3 kilometer, itu hanya pelebaran pada 2023, sehingga di perkirakan
anggaran yang di butuhkan sekitar Rp 80 Miliar, karena dua jalur dan konstruk
tanahnya rawa.

“Kita berharap dengan adanya percepatan
pembangunan infrastruktur kota Baru Sofifi anggaran bisa di tambahkan oleh
pemerintah pusat, karena saat ini belum ada anggaranya, jika usulan Pemprov ini
di terima pasti ada anggaranya,” tutur Arifin.(red/adv)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *