Publikamalut.com
Beranda News Hasil Panen Memuaskan, Poktan Binaan Harita Nickel Perluas Lahan

Hasil Panen Memuaskan, Poktan Binaan Harita Nickel Perluas Lahan

Panen perdana padi hasil Poktan binaan Harita Nickel.(dok:humas Harita Nickel)

PUBLIKA-Halsel, Perusahaan
pertambangan dan hilirisasi H
arita Nickelmengembangkan Program
Sentra Ketahanan Pangan Obi (Sentani) di Desa Buton dan Desa Akegula, Kecamatan
Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas
pertanian, menambah pendapatan
petani, serta mewujudkan ketahanan pangan di Pulau Obi.

Program
Sentani diresmikan akhir Maret 2022 lalu, kelopok tani  (poktan) binaan Harita Nickel telah melakukan
panen perdana buah semangka sebanyak 1,1 ton pada awal Juni dan menghasilkan
gabah kering panen (GKP) perdana sebanyak 4,8 ton per hektare pada Rabu (20/7).
 Melihat animo poktan dan hasil panen
yang baik, Harita Nickel berencana menambah luas area tanam demi produktivitas
yang lebih optimal.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, mengatakan Program
Sentani
merupakan salah satu
program
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM)Harita Nickel di sektor pertanian di Pulau Obi.
Program ini
melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Halsel, Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes)
dan
Kelompok Tani (poktan), sertadiharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,
kemandirian pangan, serta indeks nilai tukar petani di wilayah Obi.
 

“Program Sentani ini sekaligus menjadi satu jawaban konkret Harita Nickel
terhadap cita-cita
peningkatan kesejahteraan
petani dan
swasembada pangan nasional,”
kata Stevi.

Program
Sentani, kelompok tani mendapat bimbingan budi daya, dukungan sarana dan
prasarana pertanian, serta dukungan terhadap penyerapan pasar.
Adapun komoditas yang dikembangkan yaitu
demplot padi di lahan seluas 3 hektare dan semangka di lahan seluas 4 hektare
sebagai pengembangan program tahap pertama.
Kedua komoditas tersebut memiliki potensi budi daya dan
penyerapan hasil panen yang besar.

“Kami
akan terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Halsel, BUMDes, dan
poktan untuk melakukan perluasan lahan tanam padi sekitar 7 hektare, sehingga
totalnya akan menjadi 10 hektare. Semoga program ini dapat memberikan lebih
banyak manfaat,” hal ini disampaikan
Department Head of Community Affairs&
Land Acquisition Harita Nickel, Latif Supriadi
.

Saat ini, karena keterbatasan stok di Pulau Obi, pihak
perusahaan banyak menyerap bahan pangan dari luar daerah.
Lamanya
waktu tempuh tak jarang membuat
kualitas
bahan pangan terutama
buah dan sayur dapat menurun. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kelompok
tani di Pulau Obi untuk menawarkan produk yang lebih baik.

“Mereka
juga berpeluang untuk memenuhi tingginya permintaan beras dari pihak perusahaan,
dan mayoritas hasil panen diserap oleh Harita Nickel dan sebagian lagi oleh
masyarakat,” kata Latif.

Sementara
itu, Direktur BUMDes Desa Buton, Mahfud Lohor, mengakui adanya peningkatan hasil
panen secara signifikan sejak poktan dibimbing oleh Harita Nickel. “Program
Sentani membuat hasil panen meningkat. Potensi panen kali ini mencapai 4,8 ton
GKP, atau 4 kali lebih banyak dibandingkan hasil petani sebelum ada
pendampingan,” ungkap Mahfud yang hadir dalam acara panen padi perdana di Desa
Buton, Rabu (20/7).

Hal
senada terkait adanya peningkatan hasil panen juga disampaikan seorang anggota
poktandi Desa Buton, Darwan Abdul Hasan. Menurutnya, pendampingan dari Harita
Nickel memberikan hasil yang sangat memuaskan. “Pendampingan ini merupakan yang
pertama kami dapatkan. Hasilnya pun sangat memuaskan. Biasanya kami memanen 1
ton GKP dari satu hektare, tetapi kini bisa mencapai lebih dari 4 ton,” ungkap
Darwan.(red)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *