Publikamalut.com
Beranda News Disarpus Malut Rakor Perdana Tim Sinergi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Disarpus Malut Rakor Perdana Tim Sinergi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

 

 Rapat koordinasi tim senergi Program Tranformasi Perpustakaan Berbasis inklusi Sosial di Pimpinan langsung Kadis Sarpus Malut Muliadi Tutupoho (Pakai Peci) didampingi tim konsultan.( Dok: Disarpus fot Publikamalut.com)

SOFIFI-PUBLIKA, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi
Malut menggelar rapat koordinas tim sinergi transformasi perpustakaan berbasis
inklusi sosial, Kamis (10/2/2022).

Rapat yang berlangsung di kantor Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan (Disarpus) Malut, Sofifi itu, diikuti sekitar 25 orang dari tim
sinergi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Malut. Yakni dari
Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Provinsi Malut, perguruan tinggi, dan
pihak PT Nusa Halmahera Mineral (NHN).

Kepala Disarpus Muliadi Tutupoho mengatakan, Tim sinergi
transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Provinsi Malut tersebut
dibentuk oleh Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba melalui Surat Keputusan Nomor
306/KPTS/MU/2021.

Muliadi menjelaskan, program transformasi perpustakaan
berbasis inklusi sosial merupakan program prioritas nasional, sehingga harus
ada progres karena dipantau langsung oleh pemerintah pusat.

“Sinergitas untuk menjalankan program ini sangat
penting, sehingga tujuan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi
sosial bisa terwujud,”tandasnya.

Muliadi yang juga Ketua Umum Tim Sinergi Transformasi
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Malut mengatakan, peran Disarpus Malut
dalam menjalankan program transformasi perpustakaan adalah penggerak tim
sinergi provinsi. Yakni mendorong regulasi atau kebijakan yang mendukung
transformasi perpustakaan, membangun network untuk pengembangan perpustakaan
dan menginisiasi perluasan atau replikasi program ke kabupaten dan
desa.”Kita harus menjemput bola, sehingga tujuan program transformasi
perpustakaan (berbasis inklusi sosial) bisa terwujud demi kesejahteran
masyarakat,”jelasnya.

Konsultan Program Perpustakaan Dharmawan Caeruddin mengapresiasi
kegiatan Disarpus Malut tersebut karena dihadiri banyak peserta. Dia
mengatakan, rapat koordinasi tim senergitas program transformasi perpustakaan
berbasis inklusi sosial merupakan program nasional dan telah berjalan empat
tahun sejak tahun 2018.

“Di Maluku Utara tinggal Kabupaten Taliabu dan Halmahera
Timur yang belum tersentuh atau belum terbentuk. Sementara, Kabupaten Halmahera
Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai
sudah dibentuk, termasuk Kota Ternate. Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Sula
tahun 2022 ini baru dibentuk,”ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan yang baru dilakukan itu mendapat
dukungan dari semua stakeholder yang ada sehingga program tranformasi
perpustakaan berbabis inklusif dapat berkelanjutan.

“Rapat koordinas tadi beberapa SKPD diundang termasuk dari
pihak perusahan. Program tranformasi perpustakan berbasis inklusi ini merupakan
program nasional sehingga butuh dukungan dari berbagai pihak agar dapat
berkelanjutan,”harapnya.

Lanjut dia, Perpustakaan Nasional terus melakukan
sosialisasi, bimbingan teknis dan memberikan bantuan stimulan berupa buku, rak
buku, komputer dan paket internet. “Dan di Maluku Utara sudah 24 Desa
mendapatkan bantuan tersebut sejak tahun 2018,”ungkapnya.

“Program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial
ini bagimana kita mengajak masyarakat untuk beraktivitas di perpustakaan. Jadi
bukanya membaca saja, namun di perpustakaan ini juga akan dilatih. Misalnya di
Desa Were Kabupaten Halmahera Tengah, kami ajarkan komputer kepada perempuan di
perpustakaan, dan  alhamdulillah dengan
bekal itu bias bekerja. Jadi intinya, program tranformasi perpustakaan berbasis
inklusi sosial ini kita mendorong ekonomi masyarakat,”tutupnya.(ADV/Her/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *