Publikamalut.com
Beranda Advertorial Wagub Sarbin Tinjau Sekolah Rakyat Halmahera Utara, 270 Anak Menanti Asa Baru

Wagub Sarbin Tinjau Sekolah Rakyat Halmahera Utara, 270 Anak Menanti Asa Baru

Wakil Gubernur Malut tinjau sekolah rakyat Halmahera Utara (dok:Adpim)

PUBLIKA-Halut,  Pendidikan menjadi pintu bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memberikan akses pendidikan yang layak kepada anak-anak mereka.

Harapan itulah yang ingin dijawab melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Kukumutuk, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara. Sekolah ini disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada 270 anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan gratis dengan sistem berasrama.

Memastikan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut berjalan sesuai target, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, turun langsung meninjau progres pembangunan, Selasa (3/11/2026).

Dalam kunjungan itu, Sarbin didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Malut, Kepala Dinas Sosial Halut, Kepala Sekolah Rakyat, serta perwakilan Hutama Karya selaku pihak yang terlibat dalam pembangunan.

Di lokasi, Sarbin melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan kehidupan siswa dipersiapkan dengan baik.

Ia mengakui progres pembangunan sudah menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, Sarbin meminta pihak pelaksana mempercepat pekerjaan agar sekolah tersebut dapat segera difungsikan.

“Progresnya sudah baik. Cuma saya meminta tadi kepada pihak Hutama Karya untuk mempercepat. Insyaallah November–Desember sudah rampung,” ujarnya.

Tak hanya memantau bangunan, Sarbin juga menyempatkan diri menyapa para siswa SMP dan SMA yang tengah mengikuti kegiatan belajar. Ia kemudian meninjau ruang kelas yang telah dilengkapi meja, kursi, lemari, papan tulis, pencahayaan, kipas angin, serta ventilasi.

Perhatian juga diarahkan pada kesiapan fasilitas pendukung lainnya, mulai dari masjid, kantin, toilet, asrama siswa, air bersih, tempat mencuci pakaian hingga jaringan listrik.

Bagi Sarbin, keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang layak selama mengikuti proses pembelajaran.

Ia bahkan menanyakan secara langsung kesiapan kebutuhan dasar, seperti ketersediaan air, listrik, dan makanan bagi para siswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Elvis Alwa, mengapresiasi perhatian Wakil Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pembangunan sekolah tersebut.

Ia berharap proses pekerjaan dapat terus dipercepat sehingga fasilitas pendidikan itu segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Terima kasih, Pak Wagub. Kami berkomitmen mengikuti terus perkembangan pekerjaan. Langkah harus cepat dalam proses pembangunan sekolah,” ujarnya.

Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung pendidikan. Lebih dari itu, program prioritas Presiden tersebut menjadi upaya membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh pendidikan, pembinaan, dan kehidupan yang lebih layak.

Sarbin menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

“Program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak tidak hanya mendapatkan ruang untuk belajar, tetapi juga kesempatan mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan meraih cita-cita.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara pun terus memperkuat sinergi agar pembangunan sekolah tersebut dapat diselesaikan sesuai target.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, sebanyak 270 anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Sebab, masa depan anak-anak tidak semestinya ditentukan oleh seberapa mampu orang tua mereka membiayai pendidikan, melainkan oleh kesempatan yang diberikan untuk tumbuh dan meraih impian.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan