Gubernur Sherly Tantang Kadin Majukan Pengusaha Lokal
PUBLIKA-Ternate, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadiri sekaligus memberikan arahan utama pada pengukuhan dan pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Maluku Utara masa bakti 2026–2031. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, tersebut berlangsung di Gamalama Room C, Bella Hotel Ternate, Sabtu (25/7/2026).
Dalam pelantikan yang mengesahkan Muksin Thalib sebagai Ketua Umum Kadin Malut 2026–2031 menggantikan Adam Marsaoly, Gubernur Sherly menegaskan komitmennya untuk bersinergi penuh dengan dunia usaha demi menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal.
Gubernur membeberkan komitmen nyata Pemprov Malut yang ditunjukkannya saat mendampingi Ketum Kadin Indonesia dan para pengusaha nasional meninjau kawasan industri Weda Bay (IWIP) di Halmahera Tengah.
“Saya menunjukkan langsung bahwa Maluku Utara adalah salah satu basis investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS. Namun, tantangan terbesar kita saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang masif tersebut terasa hingga ke tingkat UMKM lokal dan sektor pendukung,” ungkapnya.
Maluku Utara mencatatkan performa ekonomi yang sangat tinggi. Pada kuartal I 2026, pertumbuhannya melaju di angka 19,6 persen (jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,6 persen). Kendati demikian, Gubernur menyoroti perlunya mentransformasi angka pertumbuhan tersebut agar tidak hanya menjadi angka statistik semata.
“Pertumbuhan ekonomi kita sangat tinggi, namun belum sepenuhnya inklusif dan dirasakan oleh pengusaha serta UMKM lokal. Inilah PR utama Kadin Malut bersama Pemprov, dalam menerjemahkan (translate) pertumbuhan ekonomi ini agar mampu menaikkan kelas pengusaha lokal, meningkatkan kualitas modal manusia (human capital), serta menyerap hasil pertanian, perikanan, dan pasokan pangan daerah,” tegasnya.
Ia juga membeberkan bahwa masifnya pertumbuhan industri di masa lalu menyisakan ruang yang harus segera dibenahi, khususnya ketersediaan infrastruktur dan rantai pasok lokal. Ia mencontohkan melonjaknya populasi di Halmahera Tengah dari 30 ribu menjadi 100 ribu jiwa yang membutuhkan pasokan logistik dan perumahan.
“Kurang lebih 95 persen barang kebutuhan ritel masih dipasok dari luar Maluku Utara. Di satu sisi ini adalah tantangan pemerintah, namun di sisi lain ini merupakan peluang investasi emas bagi anggota Kadin. Pasokan telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga logistik antarpulau adalah sektor riil yang sangat terbuka lebar,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar Kadin fokus pada program penjangkauan modal, pelatihan, serta peningkatan kapasitas wirausahawan daerah. “Fokus pada luaran (output) dan dampak, kurangi seremonial. Jika anggota Kadin naik kelas dan menghasilkan keuntungan, maka daerah akan sejahtera dan damai,” kelakarnya yang disambut tepuk tangan para pengurus.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepemimpinan Gubernur Sherly yang dinilainya sangat responsif dan dekat dengan dunia usaha.
“Teman-teman Kadin Maluku Utara sangat beruntung memiliki Gubernur yang tidak hanya populer, tetapi juga punya visi perekonomian yang sangat jelas serta mau memfasilitasi dunia usaha secara langsung. Pemimpin daerah yang berpikiran sebagai CEO adalah kunci keberhasilan 50 persen investasi di daerah,” puji Anindya.
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Kadin Indonesia Nomor: SKEP/032/DP/VII/2026 yang dibacakan oleh Waketum Bidang Organisasi, Taufan Eko Rotorasiko, susunan kepengurusan Kadin Malut periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, Ketua Dewan Penasihat: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Adam Marsaoly Ketua Dewan Pertimbangan, Sementara Ketua Umum Terpilih, Muksin Thalib dan Said Banyo sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator.(red)





