Publikamalut.com
Beranda Daerah Ketua DPRD Malut Ingatkan Gubernur Sherly Jangan Abaikan Usulan Bupati dan Walikota

Ketua DPRD Malut Ingatkan Gubernur Sherly Jangan Abaikan Usulan Bupati dan Walikota

Ketua DPRD Malut Iqbal Ruray

PUBLIKA–Sofifi, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Iqbal Ruray, meminta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, agar serius memperhatikan berbagai usulan pembangunan yang disampaikan para bupati dan wali kota se-Maluku Utara dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027.

Permintaan itu disampaikan Iqbal usai mengikuti agenda strategis Musrenbang RKPD yang berlangsung di Sofifi dan dihadiri seluruh kepala daerah dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.

Menurut Iqbal, mayoritas usulan yang disampaikan daerah masih berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan hingga sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.

“Rata-rata kepala daerah mengusulkan pembangunan infrastruktur dasar, baik jalan, jembatan, pendidikan maupun kesehatan. Ini kebutuhan nyata masyarakat yang harus mendapat perhatian serius,” tegas iqbal di konfirmasi wartawan pekan kemarin.

Politisi Partai Golkar itu menilai, berbagai program yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah provinsi, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan dari tingkat bawah hingga pusat, sehingga usulan daerah tidak hanya berhenti dalam forum Musrenbang semata.

“Saya rasa para bupati dan wali kota sudah menyampaikan seluruh unek-unek mereka. Tinggal bagaimana pemerintah provinsi menentukan program mana yang harus diintervensi daerah dan mana yang perlu diperjuangkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Iqbal juga mendesak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Utara agar benar-benar memetakan kebutuhan prioritas di setiap wilayah, sehingga penyusunan program pembangunan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, setiap daerah memiliki persoalan berbeda yang harus diprioritaskan berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

“Misalnya di Halmahera Selatan apa yang paling urgen, itu yang harus didorong. Begitu juga daerah lain. Jadi program jangan disamaratakan,” katanya.

Meski begitu, Iqbal mengingatkan seluruh program pembangunan daerah tetap harus selaras dengan visi nasional dan Asta Cita Presiden agar pembangunan daerah dan pusat dapat berjalan searah serta saling mendukung.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan