Harapan dari Dermaga Galela: KM Sabuk Nusantara 115 Kembali Menghubungkan Warga
PUBLIKA-Tobelo, Peluit panjang terdengar memecah pagi di Pelabuhan Galela Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (14/1/2026). Ratusan warga memadati dermaga, secara spontan mengarahkan pandangan ke laut, menyambut kemunculan KM Sabuk Nusantara 115 yang perlahan merapat.
Wajah-wajah penuh harap tampak di antara kerumunan—ada yang menunggu keluarga, ada yang menanti logistik, dan ada pula yang sekadar ingin memastikan urat nadi kehidupan antarpulau kembali berdenyut.
Bagi masyarakat Galela, kedatangan kapal perintis ini bukan sekadar peristiwa sandarnya sebuah armada laut, melainkan tanda bahwa jarak kembali dipangkas. KM Sabuk Nusantara 115 membawa lebih dari penumpang dan barang; ia mengangkut rasa lega, harapan akan konektivitas yang terjaga, serta keyakinan bahwa aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah pesisir Halmahera Utara khususnya wilayah Galela dapat terus bergerak tanpa terputus.
Sejumlah warga mengaku lega dan terbantu dengan kembali beroperasinya kapal tersebut. Mereka berharap jadwal pelayaran KM Sabuk Nusantara 115 dapat berlangsung rutin dan berkelanjutan, sehingga akses transportasi laut tidak lagi terhambat dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Pantauan di lapangan menunjukkan proses sandar kapal hingga penurunan penumpang berlangsung tertib dan lancar di bawah pengawasan petugas pelabuhan. Suasana pelabuhan pun tampak ramai, dipenuhi penumpang yang turun, warga yang menjemput keluarga, serta aktivitas bongkar muat logistik.
Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, menyebut kehadiran Kapal Sabuk Nusantara di Pelabuhan Galela menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah, khususnya di wilayah Maluku Utara. Menurutnya, keberadaan kapal perintis ini akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Berdasarkan trayek yang ada, Kapal Sabuk Nusantara ini akan menghubungkan tiga kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, serta Kota Ternate,” ujar kasman sebagaimana dilansir dari rri.co.id.
Kasman menjelaskan, daerah-daerah yang terhubung melalui trayek tersebut memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang. Oleh karena itu, kapal ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi antarpelabuhan, tetapi juga menjadi penopang aktivitas strategis di berbagai sektor.
Mulai dari pengembangan usaha dan perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga kerja sama produktif antardaerah, semuanya dinilai dapat terdorong melalui akses transportasi laut yang lebih mudah dan terjangkau.
Wakil Bupati Halmahera Utara juga mengajak masyarakat, khususnya warga Galela sebagai lokasi sandar kapal, untuk mendukung kelancaran operasional kapal perintis tersebut.
“Kami berharap dukungan dari masyarakat Galela agar aktivitas di pelabuhan berjalan dengan tertib, aman, dan nyaman, sehingga pelayanan jasa transportasi laut Kapal Sabuk Nusantara dapat berjalan dengan baik,” kata Kasman.(red)





