Gubernur Sherly Apresiasi Tim Dokter Sukses Tangani Aneurisma Otak di Maluku Utara
PUBLIKA-Ternate, Masyarakat Maluku Utara kini memiliki akses lebih dekat terhadap layanan penanganan kelainan pembuluh darah otak berteknologi tinggi. RSUD dr. H. Chasan Boesoiri Ternate berhasil melaksanakan tindakan intervensi Coiling Aneurisma untuk pertama kalinya di Maluku Utara, Rabu (4/11/2026).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting pengembangan pelayanan kesehatan di daerah. Selama ini, pasien dengan kondisi kelainan pembuluh darah otak yang membutuhkan tindakan serupa harus dirujuk ke rumah sakit di luar Maluku Utara.
Tindakan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dalam program jejaring pengampuan layanan stroke yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Chasan Boesoiri, tim ahli RSPON, serta seluruh tenaga medis yang telah bekerja sama menghadirkan layanan tersebut.
“Ini merupakan kemajuan penting bagi pelayanan kesehatan di Maluku Utara. Saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh tenaga medis yang telah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan dengan teknologi tinggi dapat dikembangkan di daerah. Pemerintah Provinsi akan terus mendorong peningkatan fasilitas, kompetensi tenaga kesehatan, dan pemerataan akses layanan agar masyarakat Maluku Utara bisa mendapatkan penanganan medis yang semakin baik tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah,” ujar Gubernur.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroon, menjelaskan bahwa keberhasilan tindakan perdana ini merupakan bagian dari penguatan jejaring pengampuan layanan kesehatan nasional. Dalam program tersebut, RSUD Chasan Boesoiri mendapat pendampingan layanan stroke dari RSPON, sedangkan layanan jantung mendapat pengampuan dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta.
“Hari ini, tim ahli dari RSPON melakukan pendampingan atau proctoring tindakan Coiling Aneurisma perdana di Maluku Utara. Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat karena kasus-kasus kelainan pembuluh darah otak yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah kini mulai dapat ditangani di RSUD Chasan Boesoiri,” jelasnya.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoiri, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., mengatakan, keberhasilan tindakan ini didukung enam orang tim ahli RSPON yang mendampingi langsung dokter spesialis bedah saraf dan dokter spesialis saraf di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, pendampingan ini menjadi bagian dari transfer pengetahuan dan teknologi agar ke depan tenaga medis lokal semakin siap melakukan tindakan secara mandiri.
“Kami berharap melalui pendampingan ini, dokter-dokter kami memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan intervensi secara mandiri. Kami juga sedang mengajukan proses perizinan kepada BPJS Kesehatan agar layanan ini nantinya dapat dijamin dan diakses masyarakat peserta JKN sesuai ketentuan,” ungkap Rosita.
Tindakan Coiling Aneurisma merupakan prosedur intervensi minimal invasif untuk menangani aneurisma atau pelebaran abnormal pembuluh darah. Prosedur dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha atau tangan untuk mencapai pembuluh darah otak, kemudian menutup kantong aneurisma menggunakan material khusus. Pada kasus tertentu, tindakan dapat dikombinasikan dengan pemasangan stent.
Perwakilan tim ahli RSPON, dr. Riki, menjelaskan bahwa pasien pertama yang ditangani merupakan laki-laki berusia 54 tahun dengan kasus pecah pembuluh darah otak dan riwayat keluhan nyeri kepala hebat.
“Kasus yang ditangani hari ini cukup kompleks. Kami melakukan tindakan coiling yang dikombinasikan dengan pemasangan stent untuk menstabilkan pembuluh darah. Alhamdulillah, tindakan berjalan lancar dan selanjutnya kondisi pasien akan dipantau secara berkala,” jelasnya.
Selain memperkuat kapasitas sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Chasan Boesoiri juga memiliki peran sebagai rumah sakit pengampu regional yang membina 10 RSUD kabupaten/kota di Maluku Utara.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pengembangan layanan spesialistik dan subspesialistik. Langkah ini diarahkan untuk memperpendek jarak pelayanan, mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah, serta meningkatkan peluang keselamatan dan kualitas hidup pasien.
Keberhasilan tindakan Coiling Aneurisma perdana ini menjadi langkah awal bagi pengembangan layanan penanganan penyakit pembuluh darah otak yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat Maluku Utara.(red)






