Ditengah Tekanan Fiskal, Bupati Halmahera Utara Berdiri Untuk PPPK
PUBLIKA-Tobelo, Di tengah tekanan fiskal yang membayangi keuangan daerah, secercah kepastian datang bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Halmahera Utara. Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menegaskan pemerintah daerah tidak akan merumahkan PPPK meski kondisi anggaran saat ini sedang menghadapi berbagai keterbatasan.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat memimpin Apel Pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (13/7). Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Sekretaris Daerah E.J. Papilaya, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian Setda, serta seluruh ASN.
Di hadapan jajarannya, Piet Hein Babua mengakui pemerintah daerah memang sedang menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Bahkan, persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, didampingi Gubernur Maluku Utara.
Menurutnya, terdapat tiga persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah pusat, yakni keterbatasan anggaran untuk pembiayaan PPPK, kemampuan daerah yang belum memadai dalam membayar Tunjangan Hari Raya (THR), serta belum adanya skema pembiayaan bagi PPPK paruh waktu.
“Namun saya tegaskan, Halmahera Utara tidak akan merumahkan PPPK. Untuk PPPK paruh waktu memang masih menunggu kebijakan lebih lanjut karena sampai saat ini belum ada skemanya,” tegas Piet.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran yang berkembang di tengah ASN terkait kondisi keuangan daerah. Bagi Bupati, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
Ia pun mengajak seluruh ASN agar tetap optimistis dan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Kita adalah orang-orang yang dipercaya masyarakat untuk melayani mereka. Jangan pesimis. Apa pun hambatannya harus kita hadapi bersama. Kita harus bekerja lebih keras,” ujarnya.
Piet menegaskan, keberhasilan membangun daerah tidak selalu diukur dari besarnya anggaran atau hasil yang langsung terlihat. Menurutnya, kemajuan justru lahir dari kemampuan bekerja dan berinovasi di tengah segala keterbatasan.
“Orang yang berhasil adalah orang yang mampu bekerja di tengah berbagai keterbatasan fasilitas. Kita membangun daerah ini justru di atas berbagai kekurangan. Karena itu saya ingin semangat itu terus ada pada saudara-saudara sekalian. Tetap yakin, bersandar kepada Tuhan, jangan mudah emosional, karena mujizat Tuhan pasti terjadi,” katanya.
Selain menyinggung kondisi fiskal, Bupati juga meminta seluruh ASN memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengoordinasikan para camat agar mengingatkan seluruh kepala desa mendukung kelancaran pendataan.
Menurut Piet, data hasil sensus akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi daerah sekaligus menentukan sasaran berbagai program bantuan, mulai dari BPJS Kesehatan, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga bantuan perumahan.
“Kalau ada masyarakat yang tidak masuk dalam pendataan, jangan berharap mereka bisa menerima berbagai program bantuan. Karena itu data ini sangat penting dan harus kita dukung sepenuhnya,” jelasnya.
Menutup arahannya, Bupati mengimbau seluruh ASN agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial maupun berbagai pemberitaan yang tidak memiliki dasar yang jelas.
“Banyak informasi yang berkembang mengenai kondisi pemerintah daerah. Jangan terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Fokus saja pada pekerjaan. ASN harus bekerja dengan tenang sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Terus bekerja, bekerja, dan bekerja demi kemajuan Halmahera Utara,” pungkasnya.(tim-red)





