Publikamalut.com
Beranda Daerah Potensi Angka Pengangguran di Malut Meningkat Akibat Pembatasan Produksi

Potensi Angka Pengangguran di Malut Meningkat Akibat Pembatasan Produksi

Ilustrasi tenaga kerja (kok :istimewah)

PUBLIKA-Sofifi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan dari 4,03 persen menjadi 4,55 persen. “Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat penciptaan lapangan kerja ke depan,”Hal ini disampaikan Wagub Malut Sarbin Sehe akhir pekan kemarin.

Wagub mengatakan potensi angka pengangguran meningkat disebabkan karena renokebijakan pemerintah pusat, dengan membatasi produksi di sektor pertambangan.

“ beberapa bulan kedepan pemerintah pusat akan membatasi produksi di sektor pertambangan ini, sangat berdampak pada tenaga kerja, hal ini menjadi perhatian pemerintah,”ujarnya.

Pasalnya dengan pembatasan produksi ini, sudah pasti pihak perusahaan juga ambil langkah, dengan melakukan pengurangan tenaga kerja.

“Perusahaan tambang berpotensi akan merumahkan sebagian tenaga kerja, karena angka produksi dikurangi, sementara tenaga kerja di perusahaan tambang cukup tinggi,”terangnya.

Hal ini akan menjadi perhatian pemerintah, dengan mencari jalan keluar, dimana para tenaga kerja saat pemutusan kontrak atau di rumahkan, sudah ada lapangan kerja alternatif.

“Saya sudah perintahkan pada OPD terkait agar segera melakukan mitigasi lebih awal, sehingga ada pekerjaan alternatif bagi tenaga kerja, saat perusahaan merumahkan karyawannya,”harapnya.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan