Publikamalut.com
Beranda Daerah Pemprov Rencana Tata Dua Kawasan di Sofifi Lebih Modern

Pemprov Rencana Tata Dua Kawasan di Sofifi Lebih Modern

Kondisi Sofifi ibu Kota Provinsi Maluku Utara (dok: istimewa)

PUBLIKA-Sofifi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mulai menyiapkan langkah percepatan pembangunan Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Dua kawasan strategis, yakni Sofifi Eco-Sponge Waterfront dan Kie Raha Nexus Corridor, ditetapkan sebagai prioritas pengembangan untuk periode 2027–2029.

Penataan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat wajah perkotaan Sofifi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Utara, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, mengatakan Sofifi perlu dikembangkan lebih jauh dari sekadar pusat administrasi pemerintahan.

Menurutnya, Sofifi memiliki potensi untuk tumbuh menjadi pusat perdagangan dan jasa yang mampu menggerakkan perekonomian daerah apabila didukung infrastruktur yang memadai dan konektivitas yang terintegrasi.

“Pengembangannya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas perdagangan dan jasa, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat konektivitas wilayah,” kata Sarmin, Kamis (22/10/2026).

Dua kawasan prioritas tersebut disiapkan dengan fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi. Pemerintah ingin menata kawasan pesisir sekaligus membangun keterhubungan antarkawasan perkotaan agar aktivitas masyarakat dan ekonomi dapat berkembang lebih baik.

Penataan Pesisir hingga Pasar Galala

Kawasan pertama, Sofifi Eco-Sponge Waterfront, diarahkan untuk memperkuat infrastruktur perkotaan dan menata kawasan tepi pantai.

Sejumlah program yang direncanakan mencakup penataan kawasan pesisir dan promenade, perbaikan drainase, pengendalian genangan, hingga penataan Pasar Galala.

Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pengembangan fasilitas perikanan terpadu, gudang pendingin atau cold storage, fasilitas logistik, serta integrasi transportasi.

Revitalisasi terminal speedboat, pengembangan Terminal Tipe B, dan penyediaan pusat informasi pariwisata turut masuk dalam rencana pengembangan kawasan tersebut.

Jika terealisasi sesuai perencanaan, berbagai fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan, memperkuat distribusi hasil perikanan, serta meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Sementara itu, kawasan kedua, Kie Raha Nexus Corridor, difokuskan pada pengembangan ruang publik dan penguatan konektivitas antarkawasan perkotaan.

Program yang direncanakan meliputi penataan Taman Publik KM 40, pengembangan ruang terbuka hijau, penyediaan jalur pejalan kaki, penataan jalan perkotaan, hingga fasilitas pertemuan dan pameran atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Konektivitas antara pusat kota dan kawasan tepi pantai juga menjadi perhatian dalam pengembangan koridor tersebut.

Tujuh Koneksi Strategis Diperkuat

Selain menata dua kawasan prioritas, Bappeda Malut mengidentifikasi tujuh koneksi strategis yang dinilai penting untuk mendukung perkembangan Sofifi.

Koneksi tersebut meliputi kawasan tepi pantai dengan Kie Raha, kawasan tepi pantai dengan simpul transportasi, terminal dengan pelabuhan, serta Pasar Galala dengan pelabuhan atau fasilitas logistik.

Pemerintah juga merencanakan penguatan konektivitas Sofifi–Oba, Sofifi dengan jaringan jalan nasional, serta Sofifi dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya.

Penguatan jaringan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan.

Untuk merealisasikan rencana itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilibatkan sesuai tugas dan kewenangannya.

Bappeda bertugas mengoordinasikan dan menyinkronkan program lintas sektor. Dinas PUPR menangani infrastruktur jalan, jembatan, drainase, kawasan pesisir, ruang terbuka hijau, dan taman publik.

Dinas Perumahan akan berfokus pada penanganan kawasan permukiman, sedangkan Dinas Perhubungan menyiapkan terminal dan integrasi transportasi. Adapun Dinas Perindustrian dan Perdagangan diarahkan menangani penataan Pasar Galala, fasilitas logistik, serta penyimpanan hasil perikanan.

Pembangunan Bertahap

Percepatan pembangunan Sofifi dirancang melalui tiga tahapan. Pada 2027, pemerintah memprioritaskan pematangan program, penetapan instansi pelaksana, serta penyiapan lahan, dokumen teknis, infrastruktur pendukung, dan pembiayaan.

Memasuki 2028, program yang telah memenuhi persyaratan ditargetkan mulai dilaksanakan secara terintegrasi di kedua kawasan prioritas.

Sementara pada 2029, pemerintah akan berfokus pada konsolidasi hasil pembangunan, penguatan fungsi kawasan, dan peningkatan konektivitas wilayah.

Meski demikian, penetapan dua kawasan prioritas ini belum berarti seluruh proyek akan langsung dikerjakan. Realisasi setiap kegiatan masih bergantung pada kesiapan lahan, kelengkapan dokumen teknis, ketersediaan anggaran, serta pemenuhan persyaratan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Sarmin menegaskan, rencana implementasi 2027–2029 menjadi kerangka penyiapan program prioritas yang harus dipersiapkan secara terencana dan terkoordinasi.

“Rencana implementasi 2027–2029 ini menjadi kerangka penyiapan program prioritas. Pelaksanaan setiap kegiatan tetap bergantung pada kesiapan lahan, dokumen teknis, pembiayaan, serta pemenuhan prasyarat kewenangan masing-masing instansi,” ujarnya.

Dengan perencanaan tersebut, Sofifi diarahkan untuk berkembang menjadi kawasan perkotaan yang lebih tertata, memiliki konektivitas lebih baik, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, keberhasilan rencana ini nantinya akan ditentukan oleh kesiapan program dan realisasi pembangunan di lapangan.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan