Publikamalut.com
Beranda Daerah Wagub Malut Temui Langsung Tokoh dan Warga, Bentrok Dua Desa di Halteng Kondusif

Wagub Malut Temui Langsung Tokoh dan Warga, Bentrok Dua Desa di Halteng Kondusif

Wagub Malut, Sarbin Sehe, turun langsung ke lokasi bersama Wakapolda Malut, Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, serta Danrem 152/Baabullah serta Bupati Halteng Ikram Sangaji temui tokoh dan warga desa Banemo dan Sibenpopo (dok:Adpim)

PUBLIKA-Halteng, Duka yang menyelimuti bentrokan antarwarga di perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, perlahan berubah menjadi titik balik menuju perdamaian.

Peristiwa berdarah yang pecah pada Jumat pagi (3/4) itu sempat menciptakan suasana mencekam. Namun, langkah cepat pemerintah daerah bersama aparat keamanan menjadi kunci meredam eskalasi konflik.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, turun langsung ke lokasi bersama Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, serta Danrem 152/Baabullah serta Bupati Halteng Ikram Sangaji, untuk memimpin mediasi tingkat tinggi. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pengamanan, tetapi juga merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat sebagai pilar perdamaian.

“Kita semua bersaudara. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Mari jaga perdamaian,” ujar Sarbin di hadapan warga.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Situasi di dua desa yang sebelumnya memanas kini berangsur kondusif setelah aparat gabungan TNI/Polri diterjunkan sejak pagi hari kejadian.

Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Stephen M. Napiun, menyampaikan bahwa sebanyak 250 personel gabungan disiagakan untuk memastikan keamanan tetap terjaga dan konflik tidak meluas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan damai,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik dipicu oleh penemuan jasad seorang warga Desa Banemo di area perkebunan wilayah Desa Sibenpopo. Peristiwa tragis tersebut memicu emosi keluarga korban hingga berujung pada aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya.

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo dilaporkan terbakar. Selain kerugian materiil, satu warga juga dilaporkan meninggal dunia.

Meski demikian, berbagai pihak kini terus mendorong agar peristiwa ini tidak berlarut. Seruan untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara damai terus digaungkan oleh pemerintah, aparat keamanan, serta para tokoh lokal.

Di tengah luka yang masih terasa, harapan akan hidup berdampingan secara damai kembali tumbuh di Bumi Fagogoru. Proses mediasi yang sedang berjalan diharapkan mampu menjadi jembatan rekonsiliasi, sekaligus mengakhiri rantai konflik yang sempat memecah persaudaraan.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan