Publikamalut.com
Beranda News Kerjasama Dua RS Ternama, Target 2024 RSUD CB Layani Operasi Jantung

Kerjasama Dua RS Ternama, Target 2024 RSUD CB Layani Operasi Jantung

Penandatanganan perjanjian Gubernur Malut (tengah) bersama Direktur RS Harapan Kita (dok: Adpim Malut)

PUBLIKA-Ternate, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara melalui RSUD Chasan Boesoirie bekerjasama dengan  Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo untuk Layanan Kardiovaskular.

Kerjasama ini ditandai dengan pendatangan Perjanjian Kerjasama antara Gubernur Maluku Utara dengan direktur rumah sakit harapan kita, dr. Iwan Dakota dan Direktur layanan operasional RUSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Renan Sukamawan, berlangsung  kediaman gubernur (ex crisant) pada Selasa (18/7/23).

Gubernur Maluku Utara Kh. Abdul Gani Kasuba, Lc mengapresiasi sekaligus mendukung kesepakatan bersama terkait jejaring pengampuan Kordiovaskular. Gubernur juga mengucapkan terima kasih dengan adanya kerja sama ini dalam memberikan kemudahan dalam pelayanan kesahatan di Maluku Utara.

“Kalau saya sebagai gubernur jika mau berobat tentu diberikan fasilitas, sedangkan masyarkat pada umunya harus membutuhkan biaya yang sangat besar. Olehnya itu, saya berharap melalui perjanjian kerja sama ini insya Allah memudahkan masyarakat untuk berobat.”harapnya.

Selain itu, gubernur juga menginginkan agar rumah sakit Sofifi ke depan dapat diberikan fasilitas dalam memberikan akses pelayanan yang menghubungkan terhadap 6 kabupaten/kota di Malut.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit jantung dan pembuluh darah Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Kadota menyampaikan, salah satu tujuan dari program pengampuan ini mengacu pada salah satu pilar yankni transformasi layanan 10 penyakit utama.

“Diantara 10 penyakit tersebut, stroke dan pembuluh darah masih merupakan pembunuh nomor satu dengan kontribusi anggaran yang cukup besar,”katanya.

Olehnya itu, pihaknya ingin memberikan transfer knowledge dari skill dan peningkatan kemampuan kompetensi dan mutu layanan di semua provinsi.

“Dari 514 rumah sakit Kabupaten/kota di seluruh Indonesia nanti diperlukan nota kesapahaman dari tiga kementerian yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuagan,”jelasnya.

Untuk kementerian kesehatan, kedepanya akan memberikan bantuan berupa peralatan, sedangkan kementerian dalam negeri sudah memberikan instruksi untuk semua provinsi agar menyiapkan bangunannya dan kementerian keuangan memberikan bantuan dana beasiswa belajar baik untuk dokter maupun pelajar, baik untuk ASN maupun non ASN.

“Jadi target kami cuma satu, agar masyarakat daerah setempat jika mau berobat tidak perlu lagi di kirim ke jakarta. Semua harus bisa diselesaikan di tingkat provinsi.”. Ungkapnya.

“Kami bertekad pada tahun 2024, Provinsi Maluku Utara akan dicanangkan sudah bisa melalukan operasi bedah jantung terbuka,”kata Iwan menambahkan.(red)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *