Publikamalut.com
Beranda Daerah Atasi Banjir, Warga Luari Siapkan Lahan dan Minta Pemda Bangun Selokan Besar

Atasi Banjir, Warga Luari Siapkan Lahan dan Minta Pemda Bangun Selokan Besar

Aksi pemboikotan warga Luari akibat banjir (dok:PUBLIKAmalut.com/Al)

PUBLIKA-Tobelo, aksi pemelangan jalan trans Halmahera jalur Tobelo-Galela oleh warga Desa Luari pada Senin (31/10) akibat banjir menghantam pemukiman warga direspon langsung Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Setelah Mewakili Bupati Halut Asisten I Jhon Anwar Kabalmay, Kadis PU Muhamad Ikram Baba, Kaban BPBD Halut Abner Manery, Danramil 1508-01 Tobelo Kapten Inf. Hadji Talaohu, Wakapoles Halut Kompol Alwan Aufat, bertemu dengan Kades Luari Zulhaji Ngawaro bersama Warga setempat.

Kades Luari Zulhaji Ngawaro mengatakan semenjak dirinya menjadi Kades banjir seperti ini sudah tiga kali terjadi, dan itu pihak Bawali Wilayah Sungai (BWS) sudah pernah turun dan mengambil dokumtasi titik-titik yang terjadinya banjir, namun hal ini hanya sebatas dokumtasi dan tidak realisasi lanjutan dari pihak Balai, padahal masyarakat sudah berharap besar dengan kedatangan Balai ini.

Penyebab luapan air ke rumah warga karena selokan air yang berada di RT 1, RT 3 dan RT 4, terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung debit air yang besar saat hujan lebat, sehingga warga setempat meminta agar ketiga selokan ini harus di buat jembatan yang layak, karena Pemdes akan membuka pembebasan lahan di buat pembuangan air yang keluar langsung ke pantai,

”masyarakat sudah memberikn lahan, Tinggal bagaimana Pemerintah membuat jembatan dan melakukan normalisasi sungai,”ungkapnya.

Sementara Kadis PU Muhamad Ikram Baba menuturkan bahwa hari ini pihaknya sudah mengetahui kondisi ini terjadi dari hari kemarin. Hari ini yang jelas pihaknya akan berusaha untuk melakukam tanggap darurat dan pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Provinsi untuk dapat di kerjakan.

“penanganan ini tergantung dari kordinasi antara masyarakat dengan Pemda Halut dengan Balai. Pemetaan masalah sudah di temukan, yakni tersumbat saluaran air sehingga harus di perlebar,”ujarnya.

Pihaknya akan melakukan dan mana yang perlu di bongkar jalan air agar tidak menghambat air yang mengalir. Dirinya berharap agar masyarakat Desa luari percayakan kepada PU untuk melakukan koordinasi.

”Kami datang kesini karena adanya permasalahan sangat seriuas dan akan kami laksanakan kegiatan bersama Balai siang ini jadi kami berharap masyarakat harus membuka jalan dan tidak menghambat arus lalulintas,”terangnya.

Hari ini (kemarin red) pihaknya akan kerahkan alat berat untuk membongkar lahan saluran air, ini di lakukan untuk mengantisipasi banjir susulan ketika hujan, untuk pekerjaan pihaknya berkoorndiansi dulu dengan Balai karena jalan Trans Halmahera ini adalah jalan nasional, jika ini di lakukan sepihak maka akan di tegur oleh Balai.

“Kita bongkar dulu lahan untuk pembuatan saluran air, untuk mengantisipasi banjir yang terjadi nantinya, jika koordinasi yang nantinya kami lakukan ini dan Balai tidak siap maka kami yang akan mengambil alih pekerjaan ini yang terpenting kami sudah melakukan koordinasi lebih dulu,”ucapnya.(Al/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *