Publikamalut.com
Beranda Advertorial Pegawai Disarpus Malut Bimtek di LAN Dilanjutkan Kunker ke Perpus Sulsel

Pegawai Disarpus Malut Bimtek di LAN Dilanjutkan Kunker ke Perpus Sulsel

Pegawai Disarpus Malut kunjungan ke Perpus Sulsel (dok: Disarpus Malut)

PUBLIKA-Makasar, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Muliadi Tutupoho, benar-benar memanfaatkan waktu dalam momen Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 2 Angkatan X di KMP LAN Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapasitasnya sebagai peserta, Mulyadi melakukan komunikasi dengan pihak LAN, untuk mengikutsertakan aparatur sipil negara dalam bentuk kegiatan BIMTEK, mulai tanggal 27 – 29 Juli 2022, dan dilanjutkan dengan visitasi atau kunjungan kerja ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kunjungan ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (29/7/2022), mantan Juru Bicara Gubernur Maluku Utara ini,  diterima langsung oleh Hasan Sanjai,SH,MH selaku Kadis Perpustakan Sulsel, bertempat di ruang rapat lantai 2 dan didampingi oleh para pejabat struktural dan fungsional Pustakawan. 

Sementara itu, Muliadi sendiri didampingi Sekretaris Dinas Suhaili Abas, SH, Kasubag Umum dan Kepegawaian Iskar M.Damang, serta pejabat fungsional dan beberapa stafnya .
Hasan Sanjai dalam sambutan pembukannya, merasa senang telah menerima kunjungan spesial dari Maluku Utara. “Kami berharap kita bertukar informasi dan pengalaman serta berbagai hal positif lainnya untuk bekerjasama,” katanya.

Sesuai data yang disampaikan Kadis Hasan Sanjai, bahwa dinasnya memiliki kurang lebih 700 arsiparis dan 500 Pustakawan, serta memiliki 3 gedung layanan perpustakaan.
Untuk itu, dalam kunjungan ini  merupakan awal penjajakan kerjasama, terutama pada sektor SDM Disarpus di Maluku Utara yang sangat membutuhkannya. Walaupun kata Muliadi, pihaknya juga sudah mengusulkan formasi kebutuhan tenaga Arsiparis dan Pustakawan melalui BKD dan Biro Organisasi Setda Provinsi Maluku Utara. 

Lanjut kata Kadisarpus, kepada seluruh timnya yang telah mengikuti BIMTEK maupun kunjungan kerja, agar tidak hanya sekedar seremonial belaka tetapi harus diimplementasikan  kembali di daerah tempat bekerja, dalam bentuk perubahan budaya kerja yang disiplin, agile, novatif dan adaptif terhadap berbagai bentuk perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan. (red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *