Publikamalut.com
Beranda News Sofifi Jadi Kawasan Khusus, Menteri ATR Minta RTRW Segera Tuntaskan

Sofifi Jadi Kawasan Khusus, Menteri ATR Minta RTRW Segera Tuntaskan

Rapat koordinasi antara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Mendagri, Menteri Perhubungan, Menteri ATR bersama dengan Pemprov Malut (foto: humas Pemprov)

 PUBLIKA-SOFIFI, pengembangan Sofifi sebagai kawasan khusus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat, sehingga sejumlah Menteri kabinet kerjanya Presiden Jokowi-Ma’ruf yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binjar Panjaitan datang ke Malut untuk membahas sekaligus meninjau Sofifi.

 Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Jalil dalam rangka bersama dengan Pemprov Malut, di kantor Gubernur, Selasa (22/6/2021) menyampaikan terkait dengan tata ruang provinsi Maluku Utara terakhir di revisi tahun 2013, kemudian tata ruang Kabupaten Halbar proses revisnya pada tahun 2012 sehingga kedepannya harus di percepat. Sementa RT/RW Tidore Kepulauan juga terahir di rebivsi pada tahun 2013 sehingga sudah 8 tahun proses revisi.

“Sofifi  adalah bagimana tata ruang Pemda Maluku Utara dan RT/RW Tidore Kepulauan yang harus diprioritaskan, masterplan kota baru Sofifi harus di siapkan dan dirumuskan dalam tata ruang dan RDTR,”Katanya

Dia juga meminta agara diprioritaskan dulu KOR ibukotanya, apakah 1000 h, karena 1000 h juga sangat luas sehingga pembangunannya nanti lebih banyak hutan lindungnya karena di Sofifi jumlah penduduknya tidak banyak sehingga masa depan masih banyak yang membutuhkan hidup dalam kota.” hutannya bagus, lingkungannya bagus, oleh karena itu untuk mengimplementasikan lebih dekat kepada tujuannya tata ruang harus segera di selesaikan”,ujarnya

Hadir dalam Rakor Tersebut, Wagub Malut, Forkopimda Malut, Bupati Halbar, Walikota Tidore Kepualaan, Sejumlah Staff Khusus Kementrian serta dirjen, OPD Provinsi Maluk Utar serta tamu undangan lainya (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *