Dikbud Malut Luncurkan Aplikasi SASADU Berbasis AI, Baca Masalah di Sekolah
PUBLIKA-Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai membenahi sektor pendidikan dengan pendekatan berbasis data. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai dari kinerja dinas, cabang dinas, hingga kondisi sekolah, sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Rakor pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut menghadirkan kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, kepala cabang dinas serta pengawas pendidikan itu menjadi momentum untuk memetakan berbagai persoalan yang masih dihadapi sekolah.
Mulai dari mutu pendidikan, literasi dan numerasi, sarana prasarana, beasiswa, hingga peningkatan kualitas SDM menjadi bagian yang dievaluasi.
Rakor berlangsung 23-24 September 2026 di Bela Hotel Ternate,melibatkan seluruh unsur pendidikan dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, resmi ditutup wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe.
Kepala Dikbud Malut Abubakar Abdullah melalui Ketua Panitia Rakor Hasanudin Ali, mengatakan rakor tersebut tidak sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi juga untuk memetakan masalah dan mencari solusi secara bersama.
“Kita mapping apa yang menjadi masalah di sektor pendidikan, di cabang dinas, kemudian di dinas sendiri. Kita mapping, kita cari solusinya untuk kita tingkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos untuk memperkuat mutu pendidikan sekaligus mengejar peningkatan SPM.
Dalam rakor tersebut, Dikbud menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat SMA, perwakilan Direktorat SMK dan Direktorat Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus, KGTK, Balai Bahasa serta BPMP Provinsi Maluku Utara.
Dalam rakor ini, Dikbud Malut juga meluncurkan aplikasi SASADU, singkatan dari Sinergi, Analisa, Data dan Aduan.
Aplikasi ini untuk tahap awal dikembangkan bagi jenjang SMA dan selanjutnya akan diperluas untuk SMK dan SLB.
Melalui SASADU, dimana data sekolah yang disampaikan akan diolah di aplikasi SASADU, tingkat kerusakan, kebutuhan dan kesenjangan sarana prasarana sekolah.
Pasalnya aplikasi SASADU ini diintegrasikan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat membantu sekolah membaca kondisi dan kebutuhan mereka secara lebih terukur.
“Data itu akan dibaca oleh AI untuk melihat di mana gap di sekolah, ada kesenjangannya di mana. Sehingga sekolah itu bisa mengevaluasi dirinya,” jelas Hasanudin.
“siswa maupun masyarakat bisa menyampaikan aduan terkait tata kelola sekolah, lingkungan dan persoalan lainnya di aplikasi SASADU,”kata Hasanudin menambahkan.
Nama SASADU sendiri terinspirasi dari rumah adat masyarakat Sahu di Kabupaten Halmahera Barat, yang memiliki makna sebagai ruang bersama.
Rakor ini diarahkan menjadi langkah konsolidasi untuk memperkuat mutu pendidikan, peningkatan literasi dan numerasi, kualitas SDM, sarana prasarana serta pencapaian SPM di Maluku Utara.(red)






