Publikamalut.com
Beranda Ragam Dari Kemasan ke Kualitas, Gubernur Sherly Dorong UMKM Malut Naik Kelas

Dari Kemasan ke Kualitas, Gubernur Sherly Dorong UMKM Malut Naik Kelas

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Loas meninjau produk UMKM (dok:Adpim)

PUBLIKA-Ternate, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka agenda strategis bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang diselenggarakan di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1).

Acara yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta serta 20 pelaku UMKM lokal. Agenda utama kegiatan ini adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang ditujukan khusus bagi kaum perempuan di wilayah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara yang sangat impresif, di mana pada Kuartal III tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 39%, angka tertinggi di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan angka tersebut harus diikuti dengan pemerataan ekonomi yang nyata.

“Kunci naik kelas adalah memahami literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha terpakai untuk biaya gaya hidup,” tegas Gubernur. Ia mengapresiasi integritas para ibu di Maluku Utara yang memiliki catatan kredit yang sangat baik tanpa adanya pembiayaan macet.

Gubernur juga menyoroti tantangan klasik yang dihadapi UMKM lokal, yakni konsistensi kualitas produk dan literasi keuangan. Meskipun kemasan  (packaging) produk UMKM Ternate dinilai sudah mengalami kemajuan pesat, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar rasa dan isi produk.

“Packaging sudah bagus, tapi isinya harus sustain. Jangan sampai kualitas antar kemasan berbeda. Ini pekerjaa rumah (PR) kita bersama agar produk kita bisa menjadi oleh-oleh yang terjamin kualitasnya bagi wisatawan,” tambahnya.

Selain kualitas, literasi keuangan menjadi poin krusial. Gubernur mengingatkan agar para pengusaha tidak hanya mengejar kenaikan omzet, tetapi juga harus mampu mengelola profit dengan bijak demi keberlangsungan usaha.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa PNM berkomitmen memperluas jangkauan layanan di Maluku Utara. Pada tahun 2026, PNM berencana menambah kantor cabang dari 1 menjadi 5 cabang, yang mencakup wilayah Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai. Targetnya adalah merangkul 10.000 nasabah baru dengan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar.

“Sejak 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro. Saat ini secara nasional kami telah melayani 12,2 juta nasabah aktif,” katanya.

Apresiasi mendalam datang dari pelaku usaha lokal, salah satunya Mulyati Mahmud (50), pemilik usaha nasi kuning asal Kelurahan Moya yang telah merintis usahanya selama 15 tahun. Ia berharap program PNM Mekaar dapat terus berlanjut untuk menyokong modal kerja masyarakat kecil.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan