Publikamalut.com
Beranda Daerah Kapal Gandha Nusantara 17 Mati Mesin di Tengah Ombak Tinggi di Perairan Maluku Utara

Kapal Gandha Nusantara 17 Mati Mesin di Tengah Ombak Tinggi di Perairan Maluku Utara

KM Gandha Nusantara 17 Terombang ambing perairan Malut akibat mati mesin(dok:ist)

PUBLIKA-Ternate, Sebuah kapal milik PT PELNI yang melayani rute Bitung–Ternate, KM Gandha Nusantara 17, dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate, Maluku Utara. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate pada Minggu (15/3/2026) dari pihak PELNI Ternate melalui Rudi Arif. Laporan menyebutkan kapal tersebut mengalami gangguan mesin saat berada di perairan Maluku Utara.

Berdasarkan kronologi, KM Gandha Nusantara 17 berlayar dari Bitung menuju Ternate pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 22.00 WIT. Namun pada Minggu (15/3) sekitar pukul 08.00 WIT, kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan.

Kru kapal sempat melakukan upaya perbaikan secara mandiri, namun kerusakan belum berhasil diatasi. Kapten kapal kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pihak PELNI, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Basarnas Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando, mengatakan setelah menerima laporan tersebut, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Pada pukul 12.15 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur yang terlibat bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata untuk melaksanakan operasi penyelamatan,” ujarnya.

Sementara itu, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan. Namun upaya tersebut terkendala kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 3 meter.

Selain mengalami kerusakan mesin, kapal juga dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 20 derajat sehingga membutuhkan penanganan cepat dari tim penyelamat.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, KPLP Ternate, PT PELNI, serta KM Sabuk Nusantara 115.

Dalam peristiwa ini dilaporkan terdapat tujuh orang kru kapal di dalamnya. Seluruhnya masih dalam proses penanganan oleh tim SAR, sementara data lengkap korban masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.(red)

Komentar
Bagikan:

Iklan