Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd, Menerbitkan Buku

PUBLIKA-Ternate, Dalam kesibukannya menjalankan roda pemerintahan di Halmahera Utara, Wakil Bupati tidak hanya hadir sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai intelektual yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan kebudayaan. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya buku yang ditulis Dr Kasman Hi. Ahmad, M.Pd berjudul Pendidikan sebagai Strategi Kebudayaan.
Buku tersebut bukan sekadar catatan akademis, karena diolah dari tesis S2 penulis, melainkan refleksi panjang tentang pentingnya pendidikan sebagai sarana transformasi masyarakat di wilayah kepulauan yang kaya akan keragaman etnis, bahasa, dan budaya.
Sebagai Wakil Bupati, keseharian Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd dipenuhi dengan rapat koordinasi, kunjungan lapangan, hingga menghadiri kegiatan masyarakat. Agenda yang padat tentu menyita waktu dan energi. Namun, di sela-sela aktivitas tersebut, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd masih menyempatkan diri untuk menulis, mengekspresikan gagasan, dan menuangkan pengalaman ke dalam buku.
Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya bertumpu pada aspek administratif, melainkan juga pada kapasitas intelektual dan keberanian mengartikulasikan ide bagi kepentingan publik.
Buku Pendidikan sebagai Strategi Kebudayaan sendiri, yang diberi pengantar oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI ini, menggarisbawahi bagaimana pendidikan di Maluku Utara perlu dipandang lebih luas daripada sekadar transfer ilmu di ruang kelas. Pendidikan harus hadir sebagai strategi kebudayaan, yaitu cara membangun kesadaran kolektif masyarakat agar mampu menjaga tradisi, mengembangkan identitas, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Di daerah yang memiliki keragaman budaya ini, pendidikan tidak boleh mengasingkan anak-anak dari akar tradisinya. Justru sebaliknya, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bersinergi menjaga nilai lokal agar tetap relevan dalam pembangunan. Dalam buku ini, penulis mengurai tentang Pangaji, sebagai basis pengetahuan yang perlu dikembangkan.
Gagasan ini penting karena selama ini pendidikan di daerah seringkali dipahami semata-mata sebagai jalan menuju kemajuan ekonomi, tetapi melupakan dimensi kebudayaan.
Wakil Bupati dalam bukunya ini, menekankan, tanpa fondasi budaya yang kuat, pembangunan akan mudah rapuh dan kehilangan arah. Olehnya itu, pendidikan harus menjadi medium strategis untuk membangun karakter, memperkuat identitas, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan demokratis.
Kesibukan Wakil Bupati yang menulis buku ini juga memberikan teladan bagi generasi muda dan kalangan birokrasi. Ia memperlihatkan bahwa pejabat publik tidak harus terjebak dalam rutinitas administratif semata, tetapi bisa menjadi figur yang produktif secara intelektual. Menulis buku adalah cara untuk mengabadikan gagasan, memberikan inspirasi, dan mengajak masyarakat berpikir kritis terhadap persoalan daerah.
Dengan hadirnya buku Pendidikan sebagai Strategi Kebudayaan, publik Maluku Utara diingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia dan kebudayaan.
Buku ini inshaa Allah akan diluncurkan dan didiskusikan pada Jumat, 5 September 2025 di Tobelo. Peluncuran buku ini bertepatan dengan Milad penulis.
Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd, mantan Rektor UMMU yang menulis buku tentang pendidikan ini, menjadi simbol bahwa kepemimpinan daerah dapat selaras dengan pemikiran reflektif. Ini adalah kombinasi antara kesibukan birokrasi dan dedikasi intelektual yang langka, sekaligus menjadi sumbangsih penting bagi perjalanan kebudayaan dan pendidikan di Halmahera Utara dan Maluku Utara, dan umumnya Indonesia.(red)